
PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) genap berusia 23 tahun pada Oktober 2026. Salah satu tonggak yang menandai perjalanan perusahaan konstruksi energi ini adalah keterlibatannya membangun infrastruktur pembangkit listrik di wilayah kepulauan terpencil, yang secara geografis jauh dari pusat sistem kelistrikan.
Enam PLTS di Pulau Terisolir Jawa Timur
Perusahaan tercatat telah menyelesaikan pembangunan enam Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau-pulau kecil Jawa Timur, yakni Pulau Gili Noko (50 kWp), Saebus (100 kWp), Sadulang (100 kWp), Saular (25 kWp), Sepangkur (75 kWp), dan Kemirian (50 kWp). Jika digabungkan, total kapasitas keenam proyek tersebut mencapai 400 kWp.
Pengerjaan di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri dibandingkan proyek di daratan. Mobilisasi personel, peralatan, dan material harus melewati jalur laut dengan akses terbatas, sehingga menuntut perencanaan dan koordinasi yang matang agar instalasi dapat berdiri dan beroperasi sesuai target.
Lebih dari Sekadar Konstruksi
Direktur Utama PLN NPC, Hendra Fitria, menyampaikan bahwa pengalaman membangun di wilayah dengan tantangan geografis menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan. Menurutnya, pekerjaan semacam ini menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis karena melibatkan dinamika lapangan seperti cuaca dan keterbatasan akses.
Ia menambahkan bahwa kapabilitas EPC (engineering, procurement, construction) tidak hanya diukur dari proyek dalam kondisi ideal, melainkan juga dari kemampuan menghadirkan solusi ketika kondisi lapangan menuntut lebih. Baginya, meninggalkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat di wilayah sulit dijangkau adalah bagian dari makna pekerjaan tersebut.
Rekam jejak di pulau-pulau terisolir ini menambah portofolio PLN NPC yang sebelumnya telah menggarap berbagai proyek pembangkit dan transmisi, mulai dari wilayah perkotaan hingga daerah dengan akses terbatas, seiring perusahaan memasuki usia ke-23.
Catatan Redaksi. kWp atau kilowatt-peak adalah satuan kapasitas maksimum panel surya dalam kondisi penyinaran optimal, berbeda dari kWh yang mengukur energi terpakai, sehingga 400 kWp di sini menggambarkan kapasitas puncak gabungan enam PLTS, bukan listrik yang pasti dihasilkan sepanjang waktu. Istilah EPC merujuk pada model kontrak proyek yang mencakup perancangan, pengadaan barang, hingga pembangunan dalam satu paket tanggung jawab kontraktor, model yang lazim dipakai untuk proyek infrastruktur energi skala kecil hingga besar.
Sumber: PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC).





