
Metranet, anak perusahaan Telkom Group yang bergerak di bidang solusi IT business to business, menggandeng Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) Kabupaten Bogor untuk mendorong digitalisasi pengelolaan koperasi melalui platform KoperasiGO. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat tata kelola serta kualitas layanan koperasi di tengah perkembangan ekonomi digital.
Kerja sama tersebut diwujudkan lewat kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Koperasi dalam Meningkatkan Daya Saing Koperasi yang berlangsung di Gedung Serbaguna Setda Kabupaten Bogor. Acara ini diikuti sekitar 250 pengurus dan anggota koperasi serta pelaku UMKM se-Kabupaten Bogor, dengan materi mulai dari arah kebijakan pengembangan koperasi, pengelolaan organisasi berbasis teknologi, hingga pemanfaatan teknologi untuk pemasaran usaha.
Platform Terintegrasi untuk Koperasi
KoperasiGO dirancang sebagai platform tunggal yang mencakup administrasi keanggotaan, transaksi, layanan simpan pinjam, hingga pelaporan koperasi. Direktur Bisnis Metranet, Faisal Yusuf, menyebut teknologi dapat membantu pengurus koperasi bekerja lebih efektif dan menghadirkan layanan yang lebih responsif bagi anggota.
“Kami ingin hadir sebagai mitra yang memahami perjalanan koperasi, bukan sekadar sebagai penyedia platform,” ujar Faisal. Ia menambahkan bahwa edukasi dan kolaborasi dengan organisasi seperti DEKOPINDA menjadi kunci agar pemanfaatan teknologi benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Ketua DEKOPINDA Kabupaten Bogor, Pepi Januar Pelita, menyatakan digitalisasi dapat membuat pengelolaan koperasi lebih tertib, transparan, dan akuntabel sehingga kepercayaan anggota semakin kuat. Sebagai langkah lanjutan, Metranet bersama DEKOPINDA Kabupaten Bogor akan mengidentifikasi koperasi yang berpotensi menjadi pilot project implementasi KoperasiGO sebagai referensi perluasan ke koperasi lain.
Catatan Redaksi. DEKOPINDA, Dewan Koperasi Indonesia Daerah, adalah organisasi yang menaungi koperasi di tingkat kabupaten/kota dan biasa menjadi mitra pemerintah daerah dalam pembinaan serta pengawasan koperasi. Pilot project yang disebut dalam kerja sama ini berarti sistem akan diuji coba pada beberapa koperasi terpilih dulu sebelum diperluas, cara umum memperkenalkan teknologi baru agar kendala di lapangan lebih dulu teridentifikasi. Pencatatan simpan pinjam secara digital juga umumnya mempermudah pelacakan saldo anggota dibanding pembukuan manual yang rawan selisih.
Sumber: Metranet.





