
Produk rakitan jarang terdiri dari satu lapis komponen saja. Ada sub-rakitan, ada bagian yang dibeli jadi, dan ada pula yang diproduksi sendiri. Ketika struktur ini tidak dikelola dalam satu sumber data yang sama, kesalahan kecil di lapis bawah bisa merambat ke seluruh produk dan membuat rakitan harus dibongkar ulang di lantai produksi.
Akar Masalah Biasanya di Dokumen, Bukan Operator
Menurut pemaparan i2C Studio, penyedia jasa ERP asal Bandung, akar kesalahan komponen pada produk bertingkat sering berasal dari daftar material yang tersebar di berkas berbeda antar tim desain, pembelian, dan produksi. Revisi desain yang hanya diumumkan lisan atau lewat pesan singkat kerap terlewat, sehingga produksi berjalan memakai versi lama tanpa disadari.
Kit atau Sub-Rakitan, Pilih Sesuai Kebutuhan Stok
Dalam struktur Multi-Level BoM Odoo, ada dua cara menyusun rakitan bertingkat. Bentuk kit membuat komponen langsung terurai pada dokumen induk tanpa perintah produksi tersendiri dan tanpa nilai persediaan sendiri, cocok untuk paket yang dirakit saat pengiriman. Sementara sub-rakitan sesungguhnya memiliki perintah produksi sendiri, tercatat sebagai stok yang bisa disimpan, dan dipakai untuk komponen yang diproduksi lebih dulu lalu digunakan di beberapa produk.
Penataan struktur disarankan dimulai dari tingkat terdalam: mendaftarkan komponen beli, menyusun struktur tiap sub-rakitan, menentukan bentuknya (kit atau sub-rakitan), merangkainya ke produk induk, lalu mengujinya dengan satu perintah produksi percobaan pada produk bervolume tinggi sebelum diperluas ke model lain.
Biaya dan Waktu Produksi Ikut Terakumulasi
Struktur berjenjang ini juga memengaruhi perhitungan biaya dan waktu. Biaya tiap tingkat sub-rakitan terakumulasi menuju produk induk sehingga harga jual bisa ditelusuri, sementara waktu tunggu produksi di setiap tingkat perlu dihitung terpisah agar jadwal pengiriman tidak meleset. i2C Studio, yang berstatus Odoo Silver Partner, biasa mendampingi produsen memetakan alur perakitan sejak audit lapangan sebelum konfigurasi sistem dilakukan.
Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari paparan i2C Studio, penyedia jasa implementasi Odoo yang dibahas di dalamnya. BoM atau Bill of Materials sendiri adalah daftar resep produksi yang merinci komponen apa saja dan berapa jumlahnya untuk membuat satu produk, sehingga pada rakitan bertingkat, kesalahan di BoM level bawah otomatis terbawa ke semua produk induk yang memakainya. Bedanya kit dan sub-rakitan ada pada pencatatan stok, kit cuma daftar bongkar pasang tanpa jejak persediaan sendiri, sedangkan sub-rakitan punya catatan stok dan riwayat produksi terpisah seperti barang jadi pada umumnya.
Sumber: i2C Studio.





