
OutSystems mengumumkan ketersediaan umum (general availability) Agent Experience (AX), fitur baru yang membuka ekosistem platformnya agar dapat terintegrasi dengan sejumlah coding tool berbasis kecerdasan buatan. Pengumuman ini disampaikan dalam gelaran OutSystems World Tour di Las Vegas.
Dengan Agent Experience, OutSystems kini dapat terhubung dengan berbagai alat bantu coding AI, termasuk OutSystems Mentor, Claude Code, Cursor, Codex, dan Kiro. Integrasi ini memungkinkan AI bekerja langsung pada tingkat desain sistem di dalam satu platform terpadu yang sifatnya terbuka.
Baca juga:
Ditargetkan untuk Proyek Skala Besar
Menurut OutSystems, pendekatan ini dirancang untuk menangani proyek perangkat lunak dan AI yang kompleks dalam skala besar. Beberapa organisasi disebut telah menggunakan platform dengan pendekatan serupa, di antaranya YESCO, firma hukum Lowenstein Sandler, dan perusahaan bernama Normal.
OutSystems mengklaim perusahaan di industri dengan regulasi paling ketat pun kini dapat memanfaatkan berbagai coding tool berbasis AI tanpa mengorbankan aspek keamanan, keandalan, pengelolaan siklus hidup aplikasi secara terintegrasi, maupun konsistensi arsitektur. Ketiga aspek ini dinilai penting untuk menekan kompleksitas dan risiko dalam pengembangan perangkat lunak berskala enterprise.
Catatan Redaksi. Yang disebut ‘coding tool berbasis AI’ seperti Claude Code, Cursor, Codex, atau Kiro adalah asisten pemrograman yang bisa menulis dan mengubah kode secara otomatis berdasarkan instruksi bahasa alami, bukan sekadar pelengkap otomatis seperti fitur autocomplete biasa. Istilah general availability menandakan fitur sudah lepas dari tahap uji terbatas (beta) dan siap dipakai di lingkungan produksi, termasuk oleh perusahaan dengan regulasi ketat seperti sektor keuangan atau hukum yang biasanya menuntut jejak audit dan kontrol akses ketat sebelum mengadopsi alat baru.
Sumber: OutSystems.





