
Perusahaan jasa logistik Anteraja melakukan modernisasi teknologi operasional jaringan logistiknya di seluruh Indonesia dengan menggunakan platform dari OutSystems, penyedia Agentic Systems Platform. Kolaborasi ini telah berjalan sejak tahun 2022, ketika Anteraja mulai mengembangkan sejumlah aplikasi internal untuk meremajakan sistem lama sekaligus menopang operasional harian.
Menghadapi Lonjakan Permintaan Musiman
Kebutuhan modernisasi ini terutama terasa saat periode peak-season, seperti momen Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), yang kerap memicu lonjakan tajam volume pengiriman barang. Pada periode-periode seperti ini, penyedia layanan logistik dituntut mampu mengakses data secara cepat dan merencanakan alokasi sumber daya secara efektif agar operasional tetap berjalan lancar.
Dengan sistem yang telah diperbarui, Anteraja diharapkan dapat merespons dinamika permintaan yang fluktuatif dengan lebih gesit, termasuk saat terjadi kenaikan volume pengiriman secara mendadak akibat kampanye belanja daring.
Pasar Logistik E-commerce yang Terus Tumbuh
Langkah modernisasi ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pasar logistik e-commerce di Indonesia yang diperkirakan mencapai USD 8,71 miliar pada 2031. Seiring pertumbuhan tersebut, perusahaan logistik dituntut memastikan sistem operasional mereka dapat berkembang secara efisien untuk mengimbangi permintaan pasar yang terus meningkat.
Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari siaran pers OutSystems, penyedia platform yang dipakai Anteraja dalam modernisasi sistemnya. OutSystems dikenal sebagai platform low-code, yaitu pendekatan pengembangan aplikasi memakai komponen visual dan otomatisasi kode alih-alih penulisan baris kode manual, sehingga pembaruan sistem lama bisa dilakukan lebih cepat dibanding metode pengembangan konvensional.
Sumber: OutSystems.





