Anjing Samoyed: 10 Ciri Khas dan Panduan Merawatnya

Anjing Samoyed: 10 Ciri Khas dan Panduan Merawatnya
Ilustrasi (AI)

Samoyed adalah salah satu ras anjing asal wilayah Arktik yang populer karena bulunya yang putih tebal serta ekspresi wajah yang tampak seperti tersenyum. Di balik penampilannya yang menggemaskan, ras ini punya sejarah panjang sebagai anjing pekerja penggembala rusa kutub dan penarik kereta luncur di medan bersalju ekstrem.

Karakter Khas Samoyed

Lengkungan bibir Samoyed, yang akrab disebut “Sammie smile”, sebenarnya berfungsi mencegah air liur membeku di cuaca dingin. Bulunya berlapis ganda: lapisan dalam lembut seperti wol, lapisan luar kaku dan tahan air. Dari sisi sifat, Samoyed dikenal ramah pada siapa saja termasuk anak-anak dan hewan lain, sehingga kurang cocok jadi anjing penjaga. Mereka juga cerdas dan mudah dilatih, tapi berenergi tinggi sehingga rawan bosan dan stres jika tidak diajak beraktivitas fisik maupun mental secara rutin.

Bacaan Lainnya

Cara Merawat Samoyed Sehari-hari

Pemilik disarankan memberi asupan protein hewani dan asam lemak untuk menjaga kualitas bulu, disertai olahraga sekitar 1-2 jam per hari agar tidak obesitas. Perawatan bulu perlu dilakukan rutin dengan slicker brush dan sisir logam, serta pengeringan menyeluruh setelah mandi agar tidak lembap dan berjamur. Toilet training sebaiknya dimulai sejak dini dengan konsisten mengarahkan anjing ke tempat yang sama setiap bangun tidur atau selesai makan.

Untuk menjaga kebersihan area buang air, Unicharm Pet Indonesia menawarkan alas pipis Deo-sheet yang diklaim mampu mengunci kelembapan dengan cepat dan mengurangi bau berkat kandungan pewangi serta teknologi quick dry gel. Produk ini tersedia dalam beberapa varian aroma dan ukuran, mulai dari regular hingga superwide, untuk menyesuaikan kebutuhan anjing berukuran besar seperti Samoyed.

Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari siaran pers Unicharm Pet Indonesia, produsen alas pipis Deo-sheet yang dibahas di dalamnya. Sebagai info tambahan, teknologi quick dry gel pada alas pipis bekerja dengan menyerap cairan lalu mengikatnya menjadi bentuk gel di lapisan dalam, sehingga permukaan tetap kering dan bakteri penyebab bau sulit berkembang biak, mirip prinsip yang dipakai pada popok bayi.

Sumber: Unicharm Pet Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan