
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus memperluas sosialisasi Program KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ke berbagai kalangan, mulai dari ASN, pegawai instansi pemerintah, pekerja swasta, komunitas, hingga masyarakat umum. Salah satu kegiatan terbaru digelar di Pelataran Makam Mohammad Hatta, Jakarta Selatan, yang menyasar petugas PJLP dan PPSU Tanah Kusir dengan sekitar 210 peserta, termasuk 20 calon debitur yang berdialog langsung mengenai peluang pembiayaan rumah subsidi.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah pertama, dengan suku bunga tetap, cicilan tetap, uang muka ringan, serta tenor hingga 40 tahun. Ia mengajak masyarakat yang masih mengontrak untuk segera menghitung kemampuan finansial dan tidak menunggu penghasilan besar untuk mengajukan KPR subsidi.
Selain kegiatan tatap muka di berbagai daerah seperti Sumatera Selatan, Batam, Jawa Tengah, hingga sejumlah kampus dan instansi, BP Tapera juga membuka booth informasi pada acara publik seperti Muktamar NU ke-35, Danantara Housing Expo, dan Indonesia Retail Summit & Expo. Masyarakat dapat mencari rumah subsidi lewat aplikasi SiKumbang atau Tapera Mobile untuk simulasi cicilan dan proses pengajuan lewat bank penyalur, namun tetap disarankan mengecek langsung kondisi rumah, akses air, listrik, dan lingkungan sebelum memutuskan.
Rusun Jadi Alternatif bagi Pekerja Kota
Berdasarkan data BPS, backlog kepemilikan rumah di DKI Jakarta mencapai 39,36 persen, sementara secara nasional sekitar 9,29 juta rumah tangga atau 12,39 persen belum memiliki hunian sendiri. Kondisi ini mendorong rumah susun subsidi menjadi opsi bagi pekerja yang butuh hunian dekat pusat ekonomi di tengah keterbatasan lahan.
Mengacu pada Kepmen PKP No. 1721/KPTS/M/2026, harga rusun subsidi di Jakarta berkisar Rp13 juta hingga Rp14,5 juta per meter persegi, sehingga unit seluas 21-45 meter persegi bisa dibanderol sekitar Rp585 juta sampai Rp652,5 juta. Sebagai simulasi, unit 45 meter persegi dengan harga Rp14 juta per meter persegi menghasilkan estimasi angsuran sekitar Rp3,43 juta per bulan dengan uang muka 1 persen, bunga tetap 6 persen, dan tenor 40 tahun.
Hingga 15 September 2026, realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP secara nasional telah mencapai 148.712 unit rumah dengan nilai pembiayaan Rp18,50 triliun, dari target 350.000 unit yang dipatok untuk tahun 2026.
Catatan Redaksi. FLPP adalah skema pembiayaan bersubsidi pemerintah, dana bergulir Rp jangka panjang ditempatkan di bank penyalur agar bunga KPR bisa ditekan tetap rendah dan tidak naik-turun mengikuti pasar seperti KPR komersial. Angka backlog yang disebut BPS mengacu pada rumah tangga yang belum punya rumah sendiri, baik karena mengontrak, menumpang, maupun tinggal di hunian tak layak, sehingga rusun subsidi di lahan terbatas kota besar jadi salah satu jalan keluar selain rumah tapak di pinggiran.
Sumber: Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).





