IFFINA+ 2026: Jasmine Chau Pimpin Panel Branded Residences

IFFINA+ 2026: Jasmine Chau Pimpin Panel Branded Residences
Ilustrasi (AI)

Ajang pameran interior dan desain IFFINA+ 2026 akan menghadirkan sesi grand finale bertema perpaduan kemewahan desain Eropa dengan industri properti Asia Tenggara. Sesi ini digelar pada hari pertama acara, Kamis, 24 September 2026, pukul 17.00-17.45 WIB, di Main Stage, Hall 3, Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK2, Jakarta.

Sesi tersebut dikurasi oleh Italian Atelier bekerja sama dengan CJC Marketing Agency, dan dipimpin oleh Jasmine Chau. Acara yang diselenggarakan oleh Nine Koeln Indonesia ini menyasar audiens dari kalangan pengembang properti, pemilik hotel, arsitek, desainer interior, hingga pembeli internasional.

Menyeimbangkan Gaya Eropa dan Konteks Lokal

Diskusi akan menyoroti bagaimana konsep branded residences dan proyek hospitality kelas atas dapat mengadopsi standar desain Eropa tanpa kehilangan karakter lokal. Menurut Jasmine Chau, kemewahan sejati dalam hospitality modern lahir dari pertemuan antara craftsmanship Eropa kelas dunia dan penghormatan mendalam terhadap konteks lokal, dengan tujuan memberi pengembang alur kerja yang jelas dari konsep desain hingga eksekusi di lapangan.

Topik lain yang akan dibahas mencakup tantangan procurement lintas negara, mulai dari lead time, logistik, hingga ketahanan material terhadap iklim tropis Indonesia, yang dinilai berdampak langsung pada nilai jual dan daya saing sebuah proyek properti mewah.

Selain sesi panel, acara ini juga dirancang untuk membuka ruang pertemuan antara pengembang lokal dan pemasok desain asal Eropa, dengan agenda lanjutan berupa jaringan bisnis pascaacara di berbagai kawasan Asia Tenggara.

Catatan Redaksi. Branded residences adalah unit hunian atau apartemen yang dikembangkan dengan lisensi nama, standar desain, dan layanan dari merek ternama, biasanya rantai hotel mewah atau rumah mode, sehingga pembeli membayar premium untuk kualitas dan pengelolaan yang konsisten dengan standar merek tersebut. Konsep ini populer di destinasi wisata karena menggabungkan nilai investasi properti dengan reputasi merek global, dan biasanya melibatkan tim desain internasional yang harus menyesuaikan bahan serta gaya dengan iklim maupun budaya setempat.

Sumber: Italian Atelier.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan