Prediksi Harga Emas 14 September 2026: XAUUSD Menuju 4.421?

Prediksi Harga Emas 14 September 2026: XAUUSD Menuju 4.421?
Ilustrasi (AI)

Harga emas dunia (XAUUSD) diproyeksikan berpeluang menguat pada perdagangan Senin (14/9) setelah bertahan di area support penting pada kisaran 4.302 hingga 4.325. Berdasarkan analisis PT Dupoin Futures Indonesia, level tersebut membentuk swing low baru yang menjadi acuan penting dalam membaca arah pergerakan emas jangka pendek.

Target Kenaikan hingga 4.421

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai terbentuknya swing low di area tersebut mengindikasikan tekanan jual mulai melemah, sehingga membuka ruang bagi pembeli mendorong harga lebih tinggi. Selama support 4.302–4.325 mampu dipertahankan, emas berpotensi melanjutkan pemulihan menuju resistance terdekat di 4.388, dengan target lanjutan di 4.421 apabila momentum bullish semakin kuat.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Secara teknikal, pergerakan XAUUSD pada grafik empat jam (H4) turut membentuk pola Falling Wedge, yakni pola pergerakan menyempit dalam tren menurun yang kerap menjadi sinyal potensi pembalikan arah jika harga menembus batas atasnya. Pola ini menjadi salah satu faktor pendukung skenario rebound harga emas dalam jangka pendek.

Faktor Fundamental Penekan dan Pendukung

Di sisi fundamental, pergerakan emas masih dibayangi ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi Bank Sentral AS (The Fed) menyusul data inflasi AS yang masih tinggi, kondisi yang cenderung memperkuat dolar AS dan imbal hasil obligasi (Treasury yield) sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Kenaikan harga minyak dunia yang berada di atas US$100 per barel juga berpotensi menambah tekanan inflasi.

Meski begitu, eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dinilai masih menopang permintaan emas sebagai aset safe haven. Dupoin Futures menyebut pelaku pasar perlu mencermati pergerakan dolar AS, Treasury yield, serta perkembangan geopolitik secara bersamaan untuk menilai arah harga emas selanjutnya. Jika support 4.302–4.325 tertembus, skenario penguatan dapat berbalik dan tekanan bearish berpotensi kembali muncul.

Sumber: PT Dupoin Futures Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan