
Tulang dan kulit ikan lele yang biasanya menjadi limbah kini disulap menjadi camilan bernilai jual oleh mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH). Melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknologi Pangan, mereka merancang program bertajuk LESTARI atau Lele Sehat Tigaraksa Mandiri yang menyasar masyarakat pembudidaya lele di Kelurahan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.
Konsep Zero Waste
Program ini mengusung pendekatan zero waste dengan mendorong warga mengolah seluruh bagian ikan lele secara maksimal, mulai dari daging, tulang, hingga kulit. Bagian yang selama ini kerap dibuang justru diolah menjadi produk turunan seperti cookies dan keripik, sehingga limbah produksi berkurang sekaligus nilai ekonomi komoditas lele meningkat bagi masyarakat setempat.
Inisiatif mahasiswa Teknologi Pangan UPH ini mendapat pengakuan lewat hibah Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 yang digulirkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek). Nilai hibah yang diperoleh mencapai Rp24,8 juta, ditambah dukungan dana internal dari UPH sebesar Rp10 juta untuk mendukung pelaksanaan program di lapangan.
Dengan kombinasi pendanaan tersebut, program LESTARI diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi warga Tigaraksa, baik dari sisi pengurangan limbah perikanan maupun peningkatan pendapatan melalui diversifikasi produk olahan lele.
Sumber: Universitas Pelita Harapan (UPH).





