LRT Jabodebek di KAI Expo 2026: Jadwal dan Lokasi Booth

LRT Jabodebek di KAI Expo 2026: Jadwal dan Lokasi Booth
Ilustrasi (AI)

LRT Jabodebek ambil bagian dalam KAI Expo 2026 yang digelar di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, pada 4 hingga 6 September 2026. Selama tiga hari acara berlangsung, masyarakat bisa mengunjungi booth LRT Jabodebek mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB untuk mengenal layanan operasional, layanan pelanggan, hingga potensi pemanfaatan ekosistem di sekitar stasiun.

Selain menyajikan informasi layanan, booth tersebut juga menghadirkan permainan interaktif dengan berbagai souvenir bagi pengunjung yang datang, sehingga masyarakat mendapat pengalaman yang berbeda dibanding sekadar melihat materi promosi.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Perkenalkan Potensi Ekosistem Stasiun

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan keikutsertaan dalam KAI Expo menjadi ajang untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan ekosistem yang mendukung keberadaan transportasi publik. Menurutnya, ruang dan fasilitas di lingkungan stasiun berpotensi dikembangkan untuk mendukung aktivitas masyarakat maupun kebutuhan pelaku usaha, termasuk pemanfaatan ruang untuk periklanan, retail, dan layanan pendukung lainnya.

“Melalui KAI Expo, kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat LRT Jabodebek, tidak hanya dari sisi layanan perjalanan, tetapi juga berbagai layanan dan aktivitas yang berkembang dalam ekosistem stasiun,” ujar Radhitya.

Ia menambahkan, stasiun kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan penumpang, melainkan juga terhubung dengan berbagai aktivitas masyarakat maupun peluang kemitraan usaha. Melalui ajang seperti KAI Expo, LRT Jabodebek berupaya memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat luas maupun calon mitra bisnis.

Catatan Redaksi. Konsep yang disebut Radhitya soal ‘ekosistem stasiun’ terkait dengan pendekatan transit oriented development, yaitu memanfaatkan lahan dan ruang di sekitar stasiun untuk fungsi komersial seperti retail dan iklan, bukan cuma naik turun penumpang. Pendekatan ini lazim diterapkan operator transportasi publik di berbagai negara karena tarif tiket biasanya tidak menutup seluruh biaya operasional, sehingga pendapatan tambahan dari sewa ruang menjadi salah satu sumber pemasukan pelengkap.

Sumber: LRT Jabodebek.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan