
PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) kembali menyalurkan beasiswa bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia melalui kerja sama dengan Yayasan Karya Salemba Empat (KSE). Pada tahun ini, perusahaan menyalurkan dana sebesar Rp120,05 juta kepada 12 mahasiswa berprestasi dengan keterbatasan finansial.
Program ini merupakan tahun keempat kolaborasi BRIDS dengan Yayasan KSE. Sejak dimulai, total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp476,5 juta dan telah dinikmati oleh sekitar 49 mahasiswa dari berbagai PTN di Indonesia. Beasiswa ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRIDS yang berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Merespons Kesenjangan Akses Pendidikan Tinggi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia pada 2025 baru mencapai sekitar 31,45%, menunjukkan masih besarnya kesenjangan akses yang perlu diatasi lewat kolaborasi lintas sektor. Selain bantuan finansial, penerima beasiswa juga mendapat pembinaan berupa pelatihan kepemimpinan, pengembangan karakter, peningkatan kompetensi, hingga pembangunan jejaring antarmahasiswa.
Plt. Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Fifi Virgantria, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berdampak berkelanjutan bagi Indonesia. Menurutnya, program ini tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan studi, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi talenta yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Ketua Yayasan KSE, Adrian Karim Januar, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia. Ia mengapresiasi konsistensi dukungan BRIDS selama empat tahun terakhir yang memungkinkan manfaat pendidikan dirasakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Tanah Air.
Catatan Redaksi. Angka Partisipasi Kasar (APK) mengukur proporsi penduduk yang sedang menempuh pendidikan tinggi dibandingkan total penduduk usia kuliah, biasanya 19-23 tahun, tanpa memandang usia sebenarnya. Semakin tinggi angka ini, semakin besar porsi generasi muda yang mengakses bangku kuliah, sehingga sering dipakai sebagai patokan kesenjangan pendidikan antarnegara maupun antarwilayah. Program beasiswa seperti ini umumnya masuk kategori TJSL atau tanggung jawab sosial perusahaan, yang di sektor jasa keuangan kerap diarahkan ke pendidikan karena dampaknya dianggap berjangka panjang.
Sumber: PT BRI Danareksa Sekuritas.





