Media Info Grup Indonesia Luncurkan Layanan Media Intelligence

Media Info Grup Indonesia Luncurkan Layanan Media Intelligence

Media Info Grup Indonesia resmi memasuki pasar Indonesia dengan meluncurkan layanan media monitoring dan media intelligence bernama media·web. Peluncuran ditandai dengan acara soft launch di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, pada 27 Agustus 2026, yang dihadiri kalangan profesional dari industri media, public relations, dan berbagai sektor lainnya.

Acara dibuka dengan sambutan video dari Mark Reisz, CEO Media Info Groep yang berkantor pusat di Belanda, dilanjutkan sambutan Direktur Media Info Grup Indonesia, Gwendoline Febby Loedji, yang menandai resminya peluncuran layanan di Tanah Air. Perusahaan ini bermula sebagai bisnis kliping koran di Belanda sekitar 100 tahun lalu, dan kini membawa pengalaman tersebut untuk melayani klien di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Dashboard Berbasis AI untuk Pantau Reputasi

Dalam sesi demonstrasi, Commercial Lead Media Info Grup Indonesia, Deddy Hermawan, memaparkan cara kerja dashboard media·web yang memungkinkan klien memantau pemberitaan terkait organisasinya secara real-time serta mengekspor laporan analisis dengan cepat. Menurutnya, meski baru memulai layanan di Indonesia, perusahaan sudah lama berkecimpung di industri pemantauan media global.

Acara juga diisi diskusi panel bersama Arya Gumilar, Direktur PT Datawave Korpora Indonesia, serta Ahmad Izzuddin selaku AI Engineer Media Info Grup Indonesia. Diskusi ini membahas bagaimana pemantauan media berbasis kecerdasan buatan dapat membantu organisasi menjaga reputasi dan mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat. Ahmad menekankan bahwa kombinasi ketelitian manusia dan AI menjadi kunci akurasi hasil pemantauan, bukan sekadar volume data.

Mulai Agustus 2026, Media Info Grup Indonesia mengklaim telah mencakup ribuan sumber berita meliputi media cetak, online, media sosial, radio, dan televisi, dengan metodologi yang disesuaikan untuk pasar Indonesia. Perusahaan menyatakan akan terus memperluas cakupan pemantauannya ke depan.

Catatan Redaksi. Media monitoring adalah praktik memantau pemberitaan lintas media cetak, daring, media sosial, radio, dan televisi untuk melacak bagaimana sebuah organisasi disebut publik, sementara media intelligence menambahkan lapisan analisis, misalnya sentimen atau tren isu, agar data itu bisa dipakai mengambil keputusan. Dalam sistem seperti ini, AI biasanya bertugas menyaring dan mengelompokkan ribuan artikel secara cepat, sementara verifikasi manusia tetap diperlukan karena algoritma bisa salah membaca konteks, ironi, atau bahasa daerah, sehingga kombinasi keduanya jadi cara umum industri menjaga akurasi.

Sumber: Media Info Grup Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan