Coinfest Asia 2026: Kisah Sopir Ojol Bali Kenal Kripto Lewat Penumpang

Coinfest Asia 2026: Kisah Sopir Ojol Bali Kenal Kripto Lewat Penumpang

Rayyan (23), seorang pengemudi ojek daring asal Bali, awalnya hanya menjalani rutinitas mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain. Namun satu perjalanan mengubah arah hidupnya setelah salah satu penumpangnya, yang kebetulan karyawan platform kripto FLOQ, mengajaknya berbincang soal investasi dan aset digital.

Dari percakapan singkat itu, Rayyan mulai mengenal dunia kripto lebih dalam lewat konten edukasi di internet, salah satunya dari Akademi Crypto. Ia kemudian membuka akun di FLOQ, namun memilih tidak langsung terjun ke trading aktif. Rayyan lebih memilih strategi dollar cost averaging (DCA), yakni membeli aset kripto secara bertahap, sambil terus belajar di sela pekerjaannya sebagai pengemudi ojol.

Bacaan Lainnya

Diundang ke Coinfest Asia 2026

Sebagai apresiasi atas semangat belajarnya, FLOQ mengundang Rayyan menghadiri Coinfest Asia 2026, festival kripto yang berlangsung 20-21 Agustus 2026 di Melasti Beach, Bali. Di sana ia bertemu langsung dengan pelaku industri, pengembang blockchain, dan komunitas kripto dari berbagai negara, pengalaman yang jauh berbeda dari sekadar mengikuti kabar kripto lewat layar ponsel.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyebut kisah Rayyan mencerminkan bahwa akses terhadap aset digital tidak seharusnya dibatasi oleh profesi atau latar belakang seseorang. “Yang paling penting adalah bagaimana seseorang memulainya dengan pengetahuan, memahami risikonya, lalu mengambil keputusan sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Yudho.

Cerita ini muncul di tengah pertumbuhan adopsi kripto di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 22,69 juta pada Juni 2026, dengan nilai transaksi kripto bulan itu tercatat Rp28,58 triliun, naik 24,20 persen dibanding bulan sebelumnya. Meski begitu, survei OJK dan BPS menunjukkan masih ada kesenjangan antara inklusi keuangan (80,51 persen) dan literasi keuangan (66,46 persen) masyarakat Indonesia. FLOQ sendiri tercatat memiliki sekitar 1,8 juta pengguna setelah satu tahun beroperasi.

Sumber: FLOQ.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan