
Bagi banyak mahasiswa baru, kuliah identik dengan target lulus tepat waktu, meraih gelar, dan membangun karier. Namun Universitas Pelita Harapan (UPH) mengajak para mahasiswa barunya untuk melihat lebih jauh dari itu. Pertanyaan “Apa tujuan universitas?” menjadi tema utama sesi ‘What Is a University For?’ dalam rangkaian UPH Festival 2026 yang digelar di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, pada 13 Agustus 2026.
Kuliah Sebagai Ruang Pembentukan Diri
Sesi ini mengangkat gagasan bahwa universitas bukan hanya tempat mengejar ilmu dan pekerjaan, tetapi juga ruang untuk mengenal diri, membentuk karakter, membangun relasi, dan menemukan panggilan hidup. Gagasan tersebut sejalan dengan tema besar UPH Festival 2026, ‘Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform’, yang menekankan proses belajar tidak berhenti pada penerimaan informasi, melainkan juga membentuk kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab mahasiswa.
Mengenal Diri dan Membangun Relasi
Presiden UPH, Dr. Stephanie Riady, B.A., M.Ed., mengajak mahasiswa baru menjawab pertanyaan mendasar “Siapa saya?” sebelum berbicara soal karier dan kesuksesan. Menurutnya, UPH tidak hanya menyiapkan mahasiswa untuk berkarier, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang utuh. Masa kuliah juga dipandang sebagai kesempatan bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang, budaya, dan disiplin ilmu, yang memperluas wawasan serta melatih mahasiswa untuk menghargai perbedaan.
Kebebasan yang Berjalan Bersama Tanggung Jawab
Selain sesi utama, mahasiswa baru juga mengikuti sesi ‘Learning to Live’ yang membahas berbagai aspek kehidupan kampus, mulai dari kebebasan menentukan pilihan, membangun persahabatan yang sehat, relasi romantis yang penuh penghormatan, penggunaan media sosial secara bijak, hingga pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Salah satu mahasiswa baru asal Myanmar, Su Latt Hnin dari Program Studi International Teachers College, mengaku sesi ini membukanya pada pandangan bahwa kuliah bukan hanya soal akademik, tetapi juga soal komunitas dan pengalaman lintas budaya.
Pendekatan ini merupakan bagian dari model transformative learning UPH, yang dijalankan melalui kurikulum Center for Faith and Education (CFE) dan Student Engagement Program (SEP), serta diperkaya lewat mentoring, Service Learning Community, dan kegiatan lintas budaya lainnya.
Catatan Redaksi. Transformative learning adalah pendekatan pendidikan yang menekankan perubahan cara pandang dan nilai diri mahasiswa, bukan sekadar transfer pengetahuan akademik. Pendekatan ini biasanya dijalankan lewat kurikulum lintas bidang serta program pendampingan atau mentoring, sehingga pembentukan karakter dan pengalaman lintas budaya dianggap sama pentingnya dengan capaian akademik dalam mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Sumber: Universitas Pelita Harapan.





