
Indonesia Open Network (ION), infrastruktur digital terbuka yang tengah dikembangkan untuk menghubungkan aplikasi pembeli, penjual, logistik, dan sistem pembayaran di Indonesia, mengambil rujukan dari pengalaman India membangun Open Network for Digital Commerce (ONDC). Salah satu tokoh kunci di balik ONDC, T. Koshy, kini duduk sebagai Anggota Dewan Penasihat ION.
Sebagai Founding Managing Director dan CEO ONDC, Koshy sebelumnya terlibat membangun jaringan terbuka yang memungkinkan pembeli, penjual, penyedia logistik, hingga sistem pembayaran di India saling terhubung lewat protokol yang sama, tanpa bergantung pada satu platform tertutup. Pendekatan itu dinilai membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke ekonomi digital.
ION dan Interoperabilitas untuk UMKM
Berbeda dari marketplace baru, ION diposisikan sebagai lapisan infrastruktur yang menghubungkan aplikasi dan layanan yang sudah ada, dengan target memperluas partisipasi UMKM, koperasi, petani, pengrajin, hingga pelaku usaha lokal lainnya. Kehadiran ION juga disebut memperkuat kerja sama Indonesia dan India di bidang Digital Public Infrastructure (DPI), dengan arsitektur yang diadaptasi dari ONDC namun disesuaikan kebutuhan ekosistem Indonesia.
Jejak Kemandirian Digital India
Kisah Koshy disebut sebagai bagian dari rangkaian sosok yang membangun kemandirian teknologi India di berbagai sektor selama beberapa dekade. Di antaranya Sanjay Mehrotra (Micron Technology) yang mendorong investasi semikonduktor di Gujarat, Baba Kalyani (Bharat Forge) yang memperkuat industri pertahanan domestik, serta Dr. S. Somanath yang memimpin ISRO saat misi Chandrayaan-3 mendarat di Bulan pada 23 Agustus 2023. Ada pula Dilip Asbe (NPCI) yang mengembangkan sistem pembayaran UPI, Nandan Nilekani yang merancang identitas digital Aadhaar, dan Amitabh Kant yang membawa konsep DPI ke forum G20 saat Presidensi India 2023.
Rangkaian kisah tersebut mengiringi peringatan 80 tahun kemerdekaan India, sekaligus menegaskan bahwa kemandirian teknologi negara itu dibangun bertahap oleh banyak orang di berbagai sektor. Kini, sebagian dari pengalaman itu turut menjadi rujukan pengembangan infrastruktur digital di Indonesia melalui ION.
Catatan Redaksi. Jaringan terbuka bekerja lewat protokol bersama, mirip cara email bisa terkirim lintas penyedia: aplikasi pembeli dan penjual berbeda tetap bisa bertransaksi tanpa berada di platform yang sama, berbeda dari marketplace konvensional yang mengunci penggunanya dalam satu aplikasi. Digital Public Infrastructure sendiri merujuk pada lapisan dasar seperti identitas atau pembayaran yang dibangun agar berbagai layanan swasta bisa saling terhubung di atasnya.
Sumber: Kedutaan Besar India di Jakarta.





