
Kebiasaan menabung yang diwariskan lintas generasi kini dinilai perlu diimbangi dengan investasi. Chief Marketing Officer Nanovest, Jovita Widjaja, mengatakan di tengah kenaikan biaya hidup dan inflasi, menabung saja sering kali tidak cukup untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang seperti pendidikan anak, membeli rumah, atau kebebasan finansial.
Menurut Jovita, yang telah berkecimpung lebih dari 14 tahun di industri investasi dan sekuritas, literasi finansial kini bukan sekadar memahami produk investasi, melainkan telah menjadi keterampilan hidup untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak di setiap fase kehidupan. Ia menilai banyak masyarakat masih terlalu fokus mencari instrumen investasi terbaik tanpa lebih dulu memahami kondisi keuangan dan profil risiko mereka sendiri.
Mulai dari Memahami Kondisi Keuangan
Jovita menekankan bahwa investasi tidak harus dimulai dari modal besar, melainkan dari pemahaman terhadap arus kas dan kemampuan mengenali profil risiko, baik konservatif, moderat, maupun agresif. Untuk mendukung hal ini, Nanovest menghadirkan fitur Kalkulator Gaji Bersih & Rencana Investasi yang membantu pengguna menghitung estimasi gaji bersih setelah potongan, memperoleh rekomendasi alokasi dana untuk kebutuhan harian, dana darurat, dan investasi, serta mengeksplorasi produk investasi sesuai profil risiko lengkap dengan simulasi hasil investasi.
Ia berharap pendekatan yang lebih praktis semacam ini dapat membantu masyarakat mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri, bukan sekadar mengikuti tren, sehingga kebiasaan berinvestasi dapat dibangun secara realistis dan berkelanjutan.
Menyeimbangkan Kenikmatan Hidup dan Masa Depan
Di luar perannya sebagai eksekutif, Jovita yang juga merupakan ibu dari dua anak perempuan ingin menanamkan nilai kemandirian finansial sejak dini kepada anak-anaknya. Ia meyakini bahwa menikmati hidup di masa kini dan mempersiapkan masa depan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, selama seseorang tetap disiplin menyisihkan sebagian penghasilannya.
Menurutnya, tantangan generasi sekarang berbeda dari generasi sebelumnya yang hanya diajarkan menabung. Kini, kemampuan membuat uang bertumbuh melalui investasi dinilai sama pentingnya agar masyarakat lebih siap menghadapi kebutuhan hari ini sekaligus mewujudkan rencana di masa depan.
Sumber: Nanovest.





