S&P 500 Cetak Rekor, Data Tenaga Kerja AS Melemah

S&P 500 Cetak Rekor, Data Tenaga Kerja AS Melemah
Ilustrasi (AI)

Bursa saham Amerika Serikat mengawali pekan dengan sentimen positif setelah Wall Street mencatat penguatan dua pekan berturut-turut. Indeks S&P 500 bahkan berhasil mencetak rekor baru, sementara Nasdaq Composite tampil sebagai salah satu indeks dengan kinerja terkuat berkat kembali bergairahnya saham-saham teknologi dan semikonduktor. Pada perdagangan pekan lalu, S&P 500 menguat sekitar 3,6%, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 5,2%.

Data Tenaga Kerja Jadi Pemicu

Sentimen pasar berubah setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan tajam. Nonfarm payrolls Juli 2026 tercatat turun 23.000 pekerjaan, jauh dari ekspektasi ekonom yang memperkirakan penambahan sekitar 80.000 pekerjaan. Data bulan-bulan sebelumnya juga direvisi ke bawah, dengan pertumbuhan pekerjaan Mei dipangkas dari 129.000 menjadi 63.000 dan Juni dari 57.000 menjadi hanya 20.000. Meski tingkat pengangguran turun ke 4,1%, penurunan itu terjadi bersamaan dengan melemahnya partisipasi angkatan kerja.

Read More

Bagi investor, pelemahan data tenaga kerja justru dibaca sebagai sinyal positif karena mengurangi tekanan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Probabilitas kenaikan suku bunga pada September di pasar futures turun ke kisaran 44%, dari sebelumnya sekitar 60%, mencerminkan fenomena klasik “bad news is good news” bagi pasar saham.

Inflasi Jadi Sorotan Berikutnya

Meski reli pasar masih berlanjut, perhatian investor kini beralih ke data inflasi yang akan dirilis sepanjang pekan ini. Data Consumer Price Index (CPI) Juli diperkirakan berada di sekitar 3,4% secara tahunan, dengan inflasi inti sekitar 2,5%. Selain CPI, pasar juga akan mencermati Producer Price Index (PPI), penjualan ritel, dan data sektor perumahan sebagai indikator arah kebijakan The Fed selanjutnya.

Di tengah dinamika pasar tersebut, platform investasi Nanovest menawarkan akses bagi masyarakat untuk memantau dan berinvestasi di saham AS, aset kripto, maupun emas digital melalui satu aplikasi, dengan modal mulai dari Rp5.000. Layanan aset kripto Nanovest disediakan oleh PT Tumbuh Bersama Nano yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sementara transaksi emas digital dilakukan melalui mitra berizin Bappebti.

Sumber: Nanovest.

Related posts

Leave a Reply