
Harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih berada dalam tren penguatan pada perdagangan awal pekan ini. Menurut analisis dari Dupoin Futures, struktur pergerakan harga pada time frame harian masih didominasi oleh tekanan beli, dengan target penguatan berikutnya berada di kisaran resistance 4.484 hingga 4.592.
Indikator Teknikal Masih Mendukung
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut indikator Stochastic masih bergerak naik tanpa tanda pelemahan berarti, yang mengindikasikan tekanan beli masih mendominasi pasar. Selama pola ini bertahan dan belum muncul sinyal pembalikan arah, peluang emas mencetak level lebih tinggi dinilai masih terbuka, meski koreksi jangka pendek akibat aksi ambil untung tetap mungkin terjadi.
Faktor Fundamental Turut Menopang
Dari sisi fundamental, permintaan aset safe haven meningkat seiring ketidakpastian di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak dunia yang krusial. Selain itu, fenomena fear of missing out (FOMO) mulai terlihat setelah emas menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir, sementara permintaan fisik dari China turut memberi dukungan tambahan terhadap harga.
Perhatian pasar kini juga tertuju pada rilis data inflasi (CPI) Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Jika inflasi melandai, peluang pemangkasan suku bunga dapat menekan dolar AS dan mendukung penguatan emas lebih lanjut. Sebaliknya, inflasi yang bertahan tinggi berisiko membatasi laju kenaikan harga dalam jangka pendek.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai kombinasi faktor teknikal dan fundamental masih memberi ruang bagi emas untuk mempertahankan tren bullish menuju area resistance 4.484-4.592, meski volatilitas berpotensi meningkat menjelang rilis data inflasi AS.
Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.




