Tips Agar Belanja dengan QRIS Tidak Bikin Boros

Tips Agar Belanja dengan QRIS Tidak Bikin Boros
Ilustrasi (AI)

Kemudahan bertransaksi menggunakan QRIS kerap dituding sebagai penyebab meningkatnya pengeluaran seseorang. Namun menurut PT Bank Neo Commerce Tbk, metode pembayaran ini sejatinya tidak secara otomatis membuat penggunanya menjadi boros. Sama seperti kartu debit atau uang tunai, QRIS hanyalah alat transaksi—yang menentukan boros atau tidaknya tetap kebiasaan dan disiplin dalam mengelola anggaran.

Mengapa QRIS Dianggap Bikin Boros?

Ada beberapa alasan yang membuat sebagian orang merasa pengeluarannya membengkak sejak rutin memakai QRIS. Pertama, proses pembayaran yang sangat cepat—cukup memindai kode QR lewat aplikasi mobile banking atau dompet digital—membuat orang kurang menyadari total uang yang sudah dikeluarkan. Kedua, tanpa uang tunai yang terlihat berkurang secara fisik, transaksi digital terasa lebih ‘tidak nyata’ sehingga orang jarang mengecek riwayat pembayarannya. Ketiga, karena QRIS kini diterima mulai dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan, frekuensi belanja pun jadi lebih tinggi.

Read More

Cara Menggunakan QRIS Tetap Hemat

Untuk menyiasati hal tersebut, ada tiga kebiasaan yang disarankan. Pertama, menetapkan anggaran harian atau mingguan sebelum berbelanja agar pengeluaran tetap terkontrol. Kedua, rutin memeriksa riwayat transaksi untuk mengetahui ke mana saja uang dialokasikan. Ketiga, membedakan kebutuhan dan keinginan dengan membuat daftar prioritas belanja, sehingga kemudahan pembayaran tidak berujung pada pembelian impulsif.

Soal biaya, konsumen umumnya tidak dikenakan biaya tambahan saat bertransaksi dengan QRIS, meski merchant dikenakan Merchant Discount Rate (MDR) sesuai ketentuan Bank Indonesia. Perlu dicatat pula bahwa kini QRIS antarnegara sudah tersedia lewat kerja sama Bank Indonesia dengan sejumlah otoritas sistem pembayaran negara lain, meski cakupan merchant dan mekanismenya masih terus berkembang.

Bank Neo Commerce menyediakan layanan QRIS payment melalui aplikasi neobank untuk transaksi sehari-hari, lengkap dengan fitur riwayat pembayaran serta berbagai promo di merchant tertentu. Perusahaan ini tercatat berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, serta menjadi peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sumber: PT Bank Neo Commerce Tbk (siaran pers via vritimes.com).

Related posts

Leave a Reply