ERP Terintegrasi Dorong Transformasi Digital Retail-Manufaktur

ERP Terintegrasi Dorong Transformasi Digital Retail-Manufaktur

Pelaku usaha retail dan manufaktur di Indonesia kerap menghadapi masalah klasik: data stok gudang tidak sinkron dengan laporan penjualan di kasir, sementara tim keuangan harus menunggu rekapitulasi manual selama berhari-hari sebelum bisa mengambil keputusan. Persoalan ini membuat proses transformasi digital berjalan lambat, sementara sejumlah kompetitor sudah lebih dulu bergerak dengan sistem yang lebih rapi.

Dampaknya tidak main-main. Sepanjang 2024, beberapa peritel besar tercatat menutup belasan gerai yang sudah tidak menguntungkan, dengan penyebab yang tak melulu soal daya beli masyarakat, melainkan juga kesulitan mengelola pertumbuhan bisnis di tengah data yang berantakan. Padahal, Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025, naik dari 5,03 persen pada tahun sebelumnya — pertumbuhan yang nyatanya tidak dinikmati merata oleh semua pelaku usaha.

Read More

Satu Sumber Data untuk Semua Divisi

Sejumlah kalangan industri menilai solusinya bukan sekadar mengganti software, melainkan membangun satu sistem ERP (Enterprise Resource Planning) yang menyatukan data penjualan, stok, produksi, dan keuangan secara real time. Dengan begitu, keputusan bisnis bisa diambil dalam hitungan menit, bukan hari. Meski demikian, riset industri ERP juga mencatat bahwa 55 hingga 75 persen proyek implementasi gagal mencapai target, dengan penyebab utama bukan pada teknologi itu sendiri, melainkan perencanaan yang kurang matang sejak awal.

Proses migrasi ke ERP umumnya ditempuh lewat beberapa tahap: memetakan proses bisnis dan titik masalah utama, memilih modul yang relevan seperti manajemen inventori, akuntansi, dan produksi, menjalankan uji coba paralel sebelum sistem lama dimatikan, hingga melatih tim internal agar adopsi berjalan lancar. Dengan tahapan bertahap ini, gangguan terhadap operasional harian bisa ditekan seminimal mungkin.

Di Indonesia, Odoo menjadi salah satu platform ERP yang cukup banyak dipilih pelaku usaha menengah karena modulnya lengkap dengan biaya yang relatif rasional. i2C Studio, yang berada di bawah PT Inspirasi Cipta Teknologi, disebut berperan sebagai mitra teknis yang membantu proses konfigurasi sistem tersebut agar sesuai dengan kebutuhan lapangan masing-masing klien, baik untuk bisnis skala menengah maupun besar.

Sumber: Siaran pers i2C Studio via vritimes.com.

Related posts

Leave a Reply