Wisudawan UKDW Diharapkan Mampu Bersaing di Era Industrial Revolution 4.0

Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) kembali menggelar acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode Maret 2019 di Auditorium Koinonia UKDW, Sabtu (2/3).

Pada periode kali ini UKDW mewisuda 150 mahasiswa yang terdiri dari 145 mahasiswa dari program Sarjana (S-1) dan 5 mahasiswa dari program Pascasarjana (S-2 & S-3).

Dari keseluruhan wisudawan, terdapat lima mahasiswa program Sarjana (S-1) dengan predikat “Wisudawan Terbaik Universitas” yaitu Jonasita Raicha F. Talumedun dari Program Studi (Prodi) Manajemen dengan IPK 3,96; Erwin Winata dari Prodi Informatika dengan IPK 3,90; Cyntia Ayu Permata dari Prodi Arsitektur dengan IPK 3,84; Yeheskiel Rivaldo Wijaya dari Prodi Akuntansi dengan IPK 3,71; dan Reyna Dwi Gloria Gili dari Prodi Desain Produk dengan IPK 3,58. Selain itu, terdapat dua mahasiswa program Pascasarjana dengan predikat “Wisudawan Terbaik Universitas” yakni Kritsno Saptenno dari Magister Ilmu Teologi dengan IPK 3,67 dan Fernando Sibarani dari Doktor Teologi dengan IPK 3,99.

 

“Kita semua berbahagia atas keberhasilan para wisudawan hari ini, yang tentunya buah hasil dari segala doa, daya, dan dukungan bahkan pengorbanan yang tulus diberikan oleh orang tua, keluarga, dan para sahabat. Prestasi akademik yang membanggakan ini tentunya diikuti tuntutan komitmen dan tanggung jawab yang lebih besar di kemudian hari,” kata Rektor UKDW Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D dalam sambutannya di depan para wisudawan.

Dunia saat ini sedang berubah dengan sangat cepat yang dimotori oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Kemajuan teknologi komputasi, artificial inteligent, robotic, internet of things, dan sebagainya telah menjadi makin canggih dan berpengaruh dalam era yang disebut Industrial Revolution 4.0. “Tantangan besar bagi perguruan tinggi saat ini adalah bagaimana mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tuntutan kemajuan jaman yang seperti ini.  Banyak pertanyaan yang perlu dijawab. Apakah materi ilmu pengetahuan dan teknologi yang diajarkan di perkuliahan relevan dengan kebutuhan dunia kerja? Apakah peran manusia nantinya akan tersingkir oleh kemampuan komputer dan robotik yang punya kecerdasan buatan? Jika demikian, apakah skills yang dibutuhkan lulusan agar bisa survive dimasa depan?” lanjut Henry Feriadi.

 

Setidaknya ada sepuluh kemampuan yang perlu terus dikembangkan agar manusia bisa tetap unggul di abad 21 yaitu : complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, judgment and decision making, service orientation, negotiation, cognitive flexibility. Jika dilihat dari daftar kemampuan (skills) ini, menariknya kemampuan akademik (academic skills) tidak disebutkan secara eksplisit, namun sebaliknya hal-hal yang dianggap penting justru berkaitan  dengan soft skills seperti karakter, sikap, kecerdasan emosi, kerja sama, komunikasi, negosiasi, orientasi melayani dan sebagainya. Soft skills di atas sejalan dengan tujuan pembelajaran seutuhnya yang terjadi di UKDW yang menekankan pada kesatuan pendekatan Spiritualitas – Integritas – Profesionalitas.

Setelah lulus dari UKDW, diharapkan para wisudawan siap untuk terus mengembangkan diri (spiritualitas, karakter, kepribadian, sikap) secara positif dan mengaplikasikan kemampuan yang dimilikinya dalam berbagai bidang pekerjaan yang akan ditekuninya. Selembar ijasah, transkrip akademik, dan sertifikat pendamping ijasah tidaklah otomatis menjamin diperolehnya pekerjaan yang diinginkan apalagi mendapatkan kesuksesan dalam waktu singkat. Dalam berjuang untuk mencapai impian pekerjaan yang mapan dan kesuksesan hidup masih diperlukan proses pembelajaran yang lebih tinggi, lebih sulit, dan lebih lama dibandingkan waktu kuliah di UKDW, yang dinamakan pembelajaran sepanjang hayat atau  disebut “Universitas Kehidupan”.