Skrining Jantung Rematik YJI Kini Sasar Bekasi

Skrining Jantung Rematik YJI Kini Sasar Bekasi

Yayasan Jantung Indonesia (YJI) melanjutkan program nasional skrining Penyakit Jantung Rematik (PJR) dengan menyasar Kabupaten Bekasi sebagai lokasi ketiga, setelah sebelumnya menggelar kegiatan serupa di Malang dan Tulang Bawang, Lampung. Program ini rencananya juga akan menjangkau Minahasa Utara sebagai daerah prioritas keempat.

Di Bekasi, skrining tahap pertama dilakukan di SDN Cibuntu 01 dan SDN Warnasari 01, dengan total 958 siswa kelas 5 dan 6 yang menjalani pemeriksaan menggunakan alat ekokardiografi portabel. Kegiatan ini merupakan bagian dari target besar YJI untuk memeriksa 8.000 anak usia sekolah dasar di seluruh Indonesia guna mendeteksi dini kelainan katup jantung akibat PJR.

Read More

Penyakit yang Sering Tak Bergejala

PJR merupakan komplikasi dari infeksi bakteri streptokokus pada tenggorokan yang tidak ditangani dengan baik. Menurut data yang dihimpun YJI, sebagian besar kasus tidak menunjukkan gejala hingga stadium lanjut, sementara anak usia 5-15 tahun menjadi kelompok paling rentan. Ketua Bidang Medis YJI, dr. Ario Soeryo Kuntjoro, Sp.JP(K), menyebut deteksi dini di lingkungan sekolah penting untuk mencegah kerusakan permanen pada katup jantung.

Selain pemeriksaan terhadap murid, kegiatan di Bekasi turut menghadirkan edukasi bagi guru dan orang tua mengenai gejala awal PJR serta penanganan infeksi tenggorokan yang tepat. Ketua Bidang Komunikasi YJI, Iwet Ramadhan, menekankan pentingnya peran guru dan orang tua sebagai pihak pertama yang dapat mengenali gejala pada anak.

Ketua Umum YJI, Annisa Pohan Yudhoyono, menyatakan program ini merupakan bentuk kemitraan strategis dengan pemerintah untuk menekan angka penyakit kardiovaskular pada anak. Hasil skrining dari seluruh daerah prioritas rencananya akan dianalisis secara komprehensif dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah sebagai dasar rekomendasi kebijakan skrining di sekolah-sekolah Indonesia. Program ini didukung oleh Philips Foundation melalui kemitraan dengan World Heart Federation.

Sumber: Siaran pers Yayasan Jantung Indonesia.

Related posts

Leave a Reply