Rayakan World Smile Day: Smile Train Ajak Masyarakat Indonesia Berpartisipasi dalam Kampanye Tebar Satu Senyuman

100

Jakarta, 16 Oktober 2020 – Smile Train Indonesia organisasi nirlaba internasional, bekerja sama dengan The People of Asia dan Dr. Tompi, mengajak seluruh masyarakat Indonesia tebarkan senyum melalui perayaan World Smile Day yang jatuh pada tanggal 2 Oktober lalu. Dirayakan secara virtual di tengah pandemi, melalui perayaan ini, Smile Train bermaksud untuk membangkitkan kesadaran masyarakat Indonesia bahwa masih banyak penderita celah bibir maupun celah langit langit di Indonesia yang juga sangat ingin memiliki satu senyuman sempurna.

 

World Smile Day merupakan hari perayaan global yang sekaligus menjadi pengingat masyarakat untuk selalu berbagi senyum dan kasih sayang kepada sesama. Pada perayaan ini kali ini, Smile Train mengajak masyarakat Indonesia bergabung bersama untuk memberikan senyum, kasih sayang, dan harapan bagi anak-anak yang terlahir dengan kondisi celah bibir dan langit-langit, baik di Indonesia mau pun di seluruh dunia.

Deasy Larasati, Program Director & Country Manager Smile Train Indonesia mengatakan,” Melalui kampanye World Smile Day ini, kami ingin mengajak lebih banyak orang untuk sadar bahwa setiap hari ada 540 bayi di dunia yang terlahir dengan celah bibir dan/atau langit-langit. Kondisi ini merupakan sesuatu yang bisa berdampak serius, bahkan menimbulkan komplikasi seperti kesulitan untuk makan, bernapas, mendengar, dan berbicara. Kami ingin membawa pesan bahwa senyuman, yang biasa kita lakukan sehari-hari, adalah sesuatu yang anak-anak ini masih belum bisa lakukan.”

Semangat tak surut karena situasi pandemi, tahun ini Smile Train bekerja sama dengan The People of Asia, kanal jaringan komunitas di Asia Tenggara untuk berbagi informasi dan ide, dan Dr. Tompi, dokter bedah plastik nan multitalenta yang juga terkenal sebagai penyanyi jazz Indonesia untuk berkolaborasi mengadakan perayaan virtual yang bisa dilakukan di rumah oleh siapa saja. Bersama The People Of Asia, Dr. Tompi membagikan cerita tentang dedikasi dan perhatiannya terhadap pasien penderita bibir sumbing di Indonesia dalam sebuah percakapan virtual yang menginspirasi. Tak hanya itu, pada perayaan World Smile Day kali ini, Smile Train dan The People of Asia mengelar Virtual Dance Challenge, yang merupakan social movement yang mengajak masyarakat Indonesia untuk memberikan senyum terbaiknya yang diekspresikan dalam sebuah tarian dengan mengunakan lagu hits dari Dr. Tompi, Menghunjam Jantungku, menuai antusiasme yang besar.

 

Irfan Handaru Kasidi, Co-Founder The People of Asia mengatakan, “Melaui Virtual Dance Challenge ini, kami berharap untuk dapat menghidupkan semangat World Smile Day untuk selalu membagikan senyuman dan kebahagiaan kepada orang orang di sekeliling kita yang merupakan hal fundamental sebagai manusia. Kami ingin lebih banyak orang sadar bahwa walau pun senyuman adalah suatu hal yang lumrah bagi kita, masih banyak anak-anak dengan celah bibir dan/atau langit-langit di luar sana yang belum bisa mendapatkan senyuman seperti mereka.”

Dr Tompi, pelantun dari lagu Menghunjam Jantungku menambahkan, “Musik dan tarian adalah salah satu dari banyak cara manusia untuk mendapatkan kebahagiaan dan tersenyum, yang menjadi penting terutama dalam situasi seperti ini di mana kita memiliki keterbatasan dalam beraktivitas. Saya sangat senang bisa berkolaborasi dengan Smile Train Indonesia dalam kampanye World Smile Day ini, untuk memberikan kebahagiaan, senyuman, dan harapan, terutama bagi anak-anak dengan celah bibir dan/atau langit-langit yang saat ini masih belum bisa mendapatkan operasi akibat pandemic COVID-19.

 

Smile Train Indonesia telah beroperasi sejak tahun 2002 dan membantu lebih dari 90.000 anak di berbagai daerah di Indonesia untuk mendapatkan perawatan celah komprehensif yang aman, berkualitas, dan konsisten, mulai dari operasi hingga perawatan pasca operasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, Smile Train Indonesia bermitra dengan ratusan Rumah Sakit dan tenaga medis profesional di berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya untuk memberikan operasi gratis tetapi juga memberikan pelatihan kepada para perawat dan tenaga medis dalam mendukung perawatan komprehensif bagi anak dengan sumbing bibir dan/atau sumbing langit-langit.

“Situasi pandemic COVID-19 telah menyebabkan tertundanya hampir 3.300 operasi celah bibir dan langit-langit yang didukung oleh Smile Train dan mitra kami. Namun sebisa mungkin kami mengupayakan untuk tetap dapat membantu operasi dapat berjalan meski dalam jumlah terbatas dan protokol kesehatan yang amat ketat. Oleh sebab itu, saat ini kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, untuk dapat memastikan bahwa anak-anak ini bisa mendapatkan senyum abadi mereka melalui perawatan yang mereka butuhkan. Kami berharap pesan positif ini dapat tersampaikan melalui kampanye World Smile Day, sebagai hari untuk berbagi senyuman dan kasih sayang.” lanjut Deasy Larasati.

AVIARY Bintaro Hotel, Wings Air, Logitech, BNI Syariah, Smile Train, Inspirational Video, Motivational Video