
Rumah mode dan gaya hidup PURANA menggelar inisiatif budaya bertajuk “PURANA 17: Renjana Perca” di Main Atrium East Mall, Grand Indonesia, mulai 14 hingga 23 Agustus 2026. Bertepatan dengan Bulan Kemerdekaan, acara ini menandai 17 tahun perjalanan PURANA berkolaborasi dengan para seniman dari berbagai daerah dalam menuangkan kekayaan budaya, flora, dan fauna Nusantara ke dalam motif-motif khasnya.
Sebanyak 12 seniman kolaborator dilibatkan dalam gerakan ini, mulai dari talenta muda hingga maestro seperti Sutjipto Adi. Karya-karya mereka ditampilkan dalam galeri bertajuk The Living Archive, yang memamerkan instalasi seni dari sisa kain perca. Panggung acara sendiri dibangun dari struktur kardus 100% daur ulang rancangan Arief Susanto dan DusDukDuk, dengan target menyisakan hampir nol limbah setelah acara berakhir.
Demo Daur Ulang hingga Peragaan Busana
Pada konferensi pers pembukaan, Founder & Chief Creative Officer PURANA, Nonita Respati, mendemonstrasikan langsung proses pengolahan limbah botol plastik menjadi serat kain siap pakai. Rangkaian acara juga mencakup beberapa peragaan busana, termasuk koleksi PURANA Spring/Summer 2027, kolaborasi PURANA x FUGUKU, PURAGRAPH Vol. 2 x PURACA bersama Kaloka Pottery, serta peluncuran perdana lini PURANA Kids.
Koleksi Spring/Summer 2027 bertajuk Regal Bloom mengusung perpaduan motif dekoratif klasik Eropa dengan warisan budaya Indonesia, seperti corak Tartan Parang dan Puspa Paisley. Seluruh koleksi ini menggunakan material Bemberg™ dari Asahi Kasei dan TENCEL™ dari Lenzing, dua serat botani yang diklaim dapat terurai secara alami dan diproduksi dengan proses yang lebih ramah lingkungan.
Selain area pratayang koleksi mendatang bagi buyer dan klien VIP, gerakan ini turut diramaikan 14 sesi workshop komunitas harian, mulai dari kriya upcycling, racikan jamu tradisional, hingga analisis warna personal. Acara ini didukung sejumlah mitra, antara lain Grand Indonesia sebagai venue partner, BRI sebagai mitra perbankan, serta ParagonCorp dan Wardah sebagai mitra keberlanjutan dan kecantikan.
Catatan Redaksi. Bemberg dan TENCEL adalah serat yang dibuat dari bahan alami, masing-masing dari limbah kapas dan pulp kayu, lewat proses yang mengubahnya jadi serat halus mirip sutra atau rayon tanpa menggunakan bahan sintetis berbasis minyak bumi. Klaim mudah terurai muncul karena struktur seratnya berasal dari selulosa alami, berbeda dengan poliester yang butuh puluhan tahun untuk terurai di lingkungan.
Sumber: PURANA.





