Perubahan Paradigma Melalui Crypto dan Web3: Hasil Survei Global Consensys Mengenai Pemberdayaan Internet Berbasis Pengguna dan Komunitas

Jakarta, Indonesia, 27 Juni 2023 — Consensys, sebuah perusahaan teknologi perangkat lunak terkemuka di bidang web3, telah mengumumkan hasil dari survei pendapat global pertama tentang web3 dan crypto. Survei ini dilakukan secara online oleh YouGov, sebuah grup periset data online dan analitik teknologi internasional. Penelitian ini melibatkan 15.158 responden berusia 18-65 tahun dari 15 negara di Afrika, Amerika, Asia (termasuk 1.015 responden dari Indonesia), dan Eropa. Survei ini bukan hanya memperhatikan persepsi orang-orang terhadap investasi dalam aset crypto, tetapi juga mengeksplorasi topik-topik seperti privasi data, jejak karbon crypto, siklus berita terkini, dan kepemilikan digital. Temuan survei ini menunjukkan bahwa orang-orang di seluruh dunia termotivasi untuk berkontribusi secara online dan percaya bahwa mereka memberikan kontribusi yang berharga.

Survei ini melibatkan 15 negara, yaitu Argentina, Brasil, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Jepang, Meksiko, Nigeria, Afrika Selatan, Korea Selatan, Filipina, Inggris, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Pergeseran paradigma dari “Pengguna” menjadi “Builder”:

Hasil survei menunjukkan bahwa ada tingkat kesadaran yang luas terkait crypto dan dorongan yang kuat untuk kepemilikan, serta keyakinan yang positif terhadap masa depan crypto. Sebanyak 92% peserta survei menunjukkan kesadaran terhadap crypto. Lebih dari sepertiga dari responden yang sudah akrab dengan industri ini percaya pada potensi crypto sebagai masa depan uang (37%) dan kepemilikan digital (31%), melebihi asosiasi dengan spekulasi (25%) atau penipuan (26%). Setengah dari responden percaya bahwa mereka memberikan nilai tambahan pada internet, dan 67% dari mereka percaya bahwa mereka seharusnya memiliki apa yang mereka ciptakan di internet. Namun, hanya 38% responden yang merasa bahwa mereka diimbangi secara memadai untuk nilai dan kreativitas yang mereka berikan pada internet. Selain itu, 83% responden menganggap privasi data penting, 70% percaya bahwa mereka seharusnya mendapatkan bagian keuntungan dari data mereka, dan 79% menginginkan lebih banyak kendali atas identitas mereka di internet.

Indonesia – Negara dengan Kesadaran Privasi dan Pemberdayaan Tertinggi di Asia (dan Nomor 2 di Dunia)

Dalam survei ini, 77% responden menyatakan bahwa mereka telah memberikan nilai tambah pada Internet, persentase yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sebagian besar negara lain dan semua negara Asia yang disurvei. Contohnya, Jepang hanya mencapai 40% dalam hal ini. Survei juga menemukan bahwa masyarakat Indonesia menunjukkan kepedulian tertinggi terhadap privasi di Asia dan hanya kalah dari Nigeria secara global, dengan 92% responden menganggap privasi data sebagai hal yang penting bagi mereka. Selain itu, Indonesia menempati peringkat kedua dalam keinginan untuk membagi keuntungan yang diperoleh perusahaan dari data pengguna (81%), serta untuk memiliki lebih banyak kontrol atas data pengguna mereka (89%). Indonesia juga menduduki peringkat pertama di Asia dalam keyakinan terhadap kepemilikan digital, menunjukkan bahwa mereka merasa seharusnya memiliki hal-hal yang mereka ciptakan di Internet. Selain itu, kesadaran tentang konsep Web3.0 juga lebih tinggi di Indonesia dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di Asia, dengan 23% responden di Indonesia menyatakan bahwa mereka memiliki pengetahuan tentang Web3. Di sisi lain, hanya 9% dari responden di Jepang yang menyatakan memiliki pengetahuan tentang Web3.

Berbeda dengan beberapa negara Asia lainnya, Indonesia menunjukkan persepsi yang paling positif dan progresif terhadap crypto. Sebanyak 17% responden di Indonesia menganggap crypto sebagai mata uang masa depan, dan 15% melihat potensinya sebagai alat kepemilikan digital. Selain itu, 9% responden di Indonesia menganggap crypto sebagai alternatif terhadap ekosistem keuangan tradisional.

Hasil-hasil survei ini menunjukkan bahwa Indonesia, dengan populasi pemuda yang besar, sangat terbuka terhadap konsep-konsep Web3.0 dan berada pada posisi yang baik untuk menjadi salah satu yang terdepan dalam pergeseran paradigma menuju Internet yang didukung oleh pengguna dan berpusat pada komunitas. Temuan ini juga menggambarkan pengguna Indonesia sebagai builder dan pencipta yang berorientasi ke masa depan, yang berkontribusi pada transformasi era baru Internet.

Consensys telah meluncurkan hackathon virtual global dengan tujuan mengumpulkan para builder dari seluruh dunia dan memberdayakan mereka untuk membangun solusi masa depan dengan kekuatan web3 dan crypto. Hackathon ini menjadi sarana menginspirasi setiap orang untuk menjadi bagian dari komunitas builder, di mana kepercayaan dan keuangan terdesentralisasi menjadi lapisan dasar dalam menciptakan sistem global yang demokratis. Web3 sedang mengubah masa depan internet dengan memberikan individu ruang dan agensi untuk berkembang dalam cara yang sebelumnya tidak mungkin, membantu mereka membangun masa depan yang mereka inginkan. Dalam lingkungan ini, individu bisa langsung berkontribusi pada kesuksesan dan pengalaman unik, serta terhubung secara langsung dengan para penggemar mereka.

Consensys telah berinteraksi dengan beberapa individu inspiratif, seperti Harshit & Nitish dari India yang merupakan musisi dan DJ, dan Mika Black dari AnuuWay di

Amerika Serikat. Mereka berbagi pandangan unik tentang web3 dan menyatakan bahwa komunitas web3 memahami esensi seorang seniman dan memungkinkan para musisi untuk memiliki kekuatan dalam menciptakan pengalaman unik dan terhubung langsung dengan penggemar mereka. Mereka terinspirasi oleh nilai-nilai dan determinasi yang ada dalam komunitas web3 serta berusaha memberikan dampak positif dan meningkatkan kehidupan.

Related posts

Leave a Reply