Pembiayaan Dana Tunai BRI Finance Tumbuh 44,74% di Semester I-2026

Pembiayaan Dana Tunai BRI Finance Tumbuh 44,74% di Semester I-2026
Ilustrasi (AI)

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) membukukan pertumbuhan positif pada lini bisnis pembiayaan dana tunai sepanjang paruh pertama 2026. Per Juni 2026, penyaluran pembiayaan dana tunai perusahaan tumbuh 44,74% secara tahunan (year on year) dan berkontribusi 10,88% terhadap total portofolio pembiayaan BRI Finance.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyebut capaian ini mencerminkan masih kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendanaan di tengah dinamika ekonomi. Menurutnya, perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menangkap peluang pertumbuhan tersebut.

Bacaan Lainnya

Fokus pada Kualitas Aset

Pertumbuhan bisnis dana tunai ini didukung oleh kemudahan akses layanan, jaringan yang luas, serta strategi pemasaran yang menyasar kebutuhan nasabah secara lebih tepat. Di sisi lain, BRI Finance menegaskan bahwa ekspansi pembiayaan tetap dibarengi proses seleksi dan underwriting yang prudent agar kualitas aset tetap terjaga.

Aditia menambahkan bahwa perusahaan terus memperkuat proses seleksi debitur dan melakukan pemantauan kualitas kredit secara berkelanjutan, khususnya pada segmen pembiayaan dana tunai, agar pertumbuhan yang dicapai tetap sehat dan berkelanjutan.

Ke depan, BRI Finance menyatakan akan terus menyeimbangkan aspek ekspansi bisnis, kualitas portofolio, dan manajemen risiko sebagai bagian dari strategi menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan bagi masyarakat.

Catatan Redaksi. Pembiayaan dana tunai adalah produk multifinance berupa pinjaman tunai dengan jaminan aset seperti BPKB kendaraan, berbeda dari pembiayaan barang yang langsung mendanai pembelian objek tertentu. Proses underwriting yang disebut dalam artikel merujuk pada penilaian kelayakan calon debitur, termasuk riwayat kredit dan kemampuan bayar, sebelum pinjaman disetujui, praktik lazim di industri pembiayaan untuk menjaga rasio kredit bermasalah tetap rendah saat portofolio tumbuh cepat.

Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan