Informasi Wajib Penerbangan Udara Lion Air Grup Periode Berjalan 21-25 JULI 2021

J A K A R T A – 21 Juli 2021. Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air  (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group menyampaikan bahwa seluruh pelaksanaan operasional  penerbangan Lion Air Group tetap mengutamakan faktor keselamatan, keamanan, kenyamanan (safety first) serta dijalankan sebagaimana pedoman protokol kesehatan. 

Sehubungn dengan persyaratan dan ketentuan yang diperlukan bagi setiap calon penumpang yang akan  melakukan pejalanan udara (penerbangan) selama masa waspada pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19), periode berjalan: 21 Juli 2021 – 25 Juli 2021.

Ketentuan penerbangan domestik pada periode tersebut, dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah  terkait pelaksanaan (implementasi) upaya pencegahan, penanganan dan pengendalian Covid-19, terdiri dari 1. Mencakup aspek pembatasan mobilitas masyarakat, pembatasan kegiatan peribadatan dan tradisi  selama Hari Raya Idul Adha 1442 Hijirah, pembatasan kegiatan wisata, dan aktivitas masyarakat  lainnya, 

  1. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa dan Bali, PPKM Mikro Level  4 dan Level 3 di wilayah selain Jawa dan Bali. 

Catatan Utama

  1. Usia
  2. a) Hanya untuk >18 tahun (di atas 18 tahun) yang bisa melakukan penerbangan, 
  3. b) <18 tahun (di bawah 18 tahun): tidak bepergian terlebih dahulu. 
  4. Kepentingan Perjalanan

Hanya berlaku untuk: 

  1. a) Pekerja sektor esensial, 
  2. b) Pekerja sektor kritikal serta  

(daftar industri kategori dimaksud, dapat dilihat dalam halaman keterangan di bawah) c) Keperluan mendesak seperti pasien sakit keras, ibu hamil dengan jumlah pendamping  maksimal 1 orang, kepentingan bersalin dengan jumlah pendamping maksimal 2 orang, dan  pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal 5 orang.

  1. a) Kepentingan perjalanan sektor esensial dan kritikal: wajib menunjukkan Surat Tanda  Registrasi Pekerja (STRP) yang dapat diakses pekerja dari pimpinan di instansi pekerjaan dan  untuk masyarakat dari pemerintah daerah setempat. 
  2. b) Keperluan mendesak: wajib menunjukan surat keterangan perjalanan antara lain surat  rujukan dari Rumah Sakit, surat pengantar dari perangkat daerah setempat, Surat  Keterangan Kematian atau surat keterangan lainnya. 
  3. RT-PCR Uji Kesehatan
  4. a) Harap memperhatikan masa berlaku dari hasil uji kesehatan sesuai ketentuan, bahwa hasil  negatif berlaku sejak surat/ sertifikat hasil uji kesehatan diterbitkan/ dirilis. 
  5. b) Pemeriksaan/ pengujian sampel di laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian  Kesehatan.  

(Daftar laboratorium tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor  HK.01.07/Menkes/4642/2021 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pemeriksaan COVID-19). 

  1. Vaksin
  2. a) Wajib melakukan vaksin minimal dosis 1 (pertama) dan menunjukkan kartu/ sertfikat vaksin. b) Perjalanan untuk kepentingan khusus (mendesak), kondisi hamil atau sakit tertentu yang  belum/ tidak divaksin: harus menunjukkan surat keterangan medis yang valid dan asli dari  dokter spesialis: menyatakan sehat dan alasan detail tidak dapat divaksin.  
  3. Transit (Singgah Sebentar) dan Transfer (Pindah Pesawat)
  4. a) Penumpang yang transit dan transfer masih di area ruang tunggu (tidak keluar dari bandar  udara), maka tidak mengikuti PPKM Level 4 dan PPKM Mikro Level 4 dan Level 3, 
  5. b) Penumpang transit dan transfer dengan keluar bandar udara, maka wajib mengikuti  ketentuan PPKM Level 4 dan PPKM Mikro Level 4 dan Level 3. 
  6. Harap memperhatikan dan mengikuti: apabila di bandar udara tujuan diberlakukan pemeriksaan  kesehatan secara ulang atau acak (random) yang dilakukan oleh otoritas/ lembaga setempat. 
  7. Aplikasi (Digital) untuk Perjalanan Udara
  8. a) Aplikasi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (electronic Health Alert Card – eHAC). Sebelum keberangkatan dan setelah tiba di bandar udara tujuan (kedatangan) masih dapat  menggunakan aplikasi e-HAC. Calon penumpang diharapkan mengunduh (download) aplikasi  melalui ponsel pintar (smartphone) masing-masing dari Google Play Store atau Apple Store  atau dapat diakses https://inahac.kemkes.go.id/
  9. b) Aplikasi PeduliLindungi  

Sebagai informasi, Sebelum keberangkatan: mulai 13 Juli 2021 unuk penerbangan rute dari  Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK) dan Bandar Udara  Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar di Badung, Bali (DPS). Calon penumpang  diharapkan mengunduh (download) dan registrasi (pengisian) aplikasi PeduliLindungi melalui  ponsel pintar (smartphone) masing-masing dari Google Play Store atau Apple Store atau dapat  diakses https://pedulilindungi.id/ 

Tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Surat Edaran No. 15 dan Surat Edaran No.  53, yaitu 

  1. a) Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 No. 14 tentang Ketentuan Perjalanan Orang  Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)
  2. b) Semua Instruksi Menteri Dalam Negeri,  
  3. c) Surat Edaran Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, serta  
  4. d) Instrumen hukum lainnya.

#1 Rute Domestik DARI dan TUJUAN (keberangkatan dan kedatangan): Jawa dan Bali

Rute dan Bandar Udara SWAB/ RT-PCR 2×24 Jam *) Kartu Vaksin **) (Minimal Dosis

Pertama)

Usia STRP atau Surat  Keterangan Lain Mengisi

e-HAC ***)

>18 Tahun <18 Tahun
Intra (antarwilayah Pulau Jawa) V V V V V
Pulau Jawa ke Pulau Bali V V V V V
Pulau Bali ke Pulau Jawa V V V V V
Pulau Lainnya ke Pulau Jawa V V V V V
Pulau Jawa ke Pulau Lainnya V V V V V
Pulau Lainnya ke Pulau Bali V V V V V
Pulau Bali ke Pulau Lainnya V V V V V

Keterangan: 

V= berlaku 

X= tidak berlaku 

*) berdasarkan hasil uji kesehatan berlaku sejak surat diterbitkan/ dirilis sebelum keberangkatan, secara elektronik atau cetak (print out) dengan dilengkapi kode  batang (barcode). 

**) menunjukkan sertifikat bahwa telah dinyatakan resmi menjalani vaksin. 

***) Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik (e-Health Alert Card). 

Untuk pene