Influencer Malaysia Jajal Produk Premium Eropa

Influencer Malaysia Jajal Produk Premium Eropa

Sejumlah influencer terpilih di Malaysia belakangan membagikan pengalaman mereka mencicipi produk makanan dan minuman premium asal Yunani dan Latvia. Aktivitas ini merupakan bagian dari kampanye promosi bertajuk Premium European Products (PEP) yang didanai bersama oleh Uni Eropa untuk memperkenalkan produk agripangan Eropa ke pasar internasional, termasuk Malaysia.

Melalui paket media eksklusif yang dikirimkan kepada mereka, para influencer berkesempatan mencoba langsung produk-produk yang diklaim dibuat dengan metode tradisional dan memenuhi standar kualitas Uni Eropa. Selain mencicipi rasa dan kualitas produk, mereka juga diperkenalkan pada latar belakang produksi serta kisah di balik tiap produk.

Bacaan Lainnya

Dari Zaitun hingga Keju Graviera

Produk yang ditonjolkan antara lain minyak zaitun extra virgin dan zaitun meja asal Yunani yang disebut cocok dipadukan dengan salad, ikan bakar, maupun ayam panggang khas Malaysia. Kismis Corinthian dari Yunani dan buah kering dari Latvia turut diperkenalkan sebagai pelengkap hidangan nasi seperti nasi minyak dan briyani, sementara keju Graviera asal Yunani disebut cocok untuk sandwic, pastri, dan salad.

Para influencer kemudian membagikan pengalaman mereka lewat berbagai platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan X dalam bentuk video unboxing, konten resep, hingga ulasan produk untuk menjangkau para pengikut mereka.

Kampanye PEP sendiri digerakkan oleh dua asosiasi produsen, yakni Kesatuan Kebangsaan Koperasi Pertanian Yunani (ETHEAS) yang menaungi lebih dari 300 koperasi anggota atau sekitar 80 persen dari total omzet koperasi pertanian di Yunani, serta Jawatankuasa Tenusu Latvia (LDC) yang berdiri sejak 1995 dan mewakili 17 pelaku pengolahan susu atau sekitar 80 persen produksi susu industri di Latvia.

Catatan Redaksi. Kampanye semacam ini merupakan bagian dari program promosi agripangan yang didanai Uni Eropa untuk memperluas pasar ekspor produk anggotanya di luar kawasan. Klaim metode tradisional dan standar kualitas UE biasanya merujuk pada regulasi ketat soal asal bahan, proses produksi, dan keamanan pangan yang berlaku di negara anggota, berbeda dari sertifikasi organik atau halal yang mengatur aspek lain.

Sumber: Kampanye Premium European Products (ETHEAS dan Jawatankuasa Tenusu Latvia/LDC).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan