Indonesia Teken 7 MoU Industri di INNOPROM 2026 Rusia

Indonesia Teken 7 MoU Industri di INNOPROM 2026 Rusia
Ilustrasi. Foto: Ollie Craig/Pexels

Pemerintah Indonesia memperkuat langkah ekspansi industri nasional ke pasar global lewat keikutsertaannya sebagai negara mitra (Partner Country) dalam pameran industri internasional INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Dalam forum bisnis Russia–Indonesia Industrial Dialogue, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan fokus Indonesia pada percepatan hilirisasi mineral kritis, manufaktur maju, energi, ketahanan pangan, hingga pengembangan kawasan industri.

Agus menyebut sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik mencatat industri pengolahan tumbuh 5,04 persen pada triwulan pertama 2026, naik dari 4,55 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor ini juga menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional atau setara Rp1.179,62 triliun, sekaligus menyerap 20,04 juta tenaga kerja per Februari 2026.

Read More

Perdagangan Indonesia-Rusia Menguat

Hubungan dagang kedua negara turut menunjukkan tren positif. Total perdagangan bilateral Indonesia-Rusia tumbuh 5,4 persen menjadi USD 4,8 miliar pada 2025, dengan nilai ekspor Indonesia ke Rusia melonjak 7,5 persen menjadi sekitar USD 1,8 miliar. Komoditas unggulan yang diekspor antara lain karet, kopi, cokelat, teh, alas kaki, komponen elektronik, dan produk kimia, sementara Indonesia mengimpor pupuk, besi, baja, sereal, kimia organik, hingga pesawat terbang dari Rusia.

Tujuh MoU Baru Disepakati

Sebagai tindak lanjut forum bisnis yang membahas proyek industri bersama, peluang investasi, serta dukungan bagi eksportir, kedua negara menandatangani tujuh dokumen kerja sama baru. Selain nota kesepahaman antar-kementerian, sejumlah pelaku usaha turut terlibat, di antaranya IPERINDO, PT PCM Kabel Indonesia, PT Athira Maritim Indonesia, PIKKI bersama United Industrial Corporation AK Bars, PT Minang Jordanindo dengan CHETRA LLC, serta Himpunan Kawasan Industri Indonesia dengan asosiasi klaster dan kawasan ekonomi khusus Rusia.

Kesepakatan-kesepakatan baru ini melengkapi dua MoU sebelumnya di bidang galangan kapal dan studi krisotil asbestos yang telah berjalan sejak Desember 2025. Peran Indonesia sebagai Partner Country di INNOPROM 2026 diharapkan menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan di tengah dinamika geoekonomi dan geopolitik global.

Sumber: Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, melalui siaran pers vritimes.com.

Related posts

Leave a Reply