Arus Bongkar Muat Pelabuhan Makassar Naik di Semester I 2026

Arus Bongkar Muat Pelabuhan Makassar Naik di Semester I 2026
Ilustrasi. Foto: Frank Rietsch/Pexels

PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang mengelola terminal nonpetikemas, melaporkan kinerja operasional yang positif di Cabang Makassar sepanjang semester pertama tahun 2026. Peningkatan tercatat pada hampir seluruh jenis komoditas yang dilayani, mulai dari general cargo, curah kering, hingga curah cair.

Hingga akhir Juni 2026, arus general and bag cargo mencapai 348.283 ton/m³, naik 25,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 278.039 ton/m³. Sementara itu, arus curah kering tumbuh 14 persen menjadi 1,46 juta ton, dari sebelumnya 1,28 juta ton pada semester I 2025. Komoditas utama yang mendorong kenaikan ini antara lain gandum, pupuk, dan pakan ternak.

Bacaan Lainnya

Layanan curah cair juga mencatat pertumbuhan signifikan, dengan volume mencapai 40.422 ton dibandingkan 22.098 ton pada periode yang sama tahun lalu. Produktivitas pelayanan curah cair turut meningkat hingga mencapai 1.548 ton per kapal per hari.

Fokus pada Layanan dan Keselamatan Kerja

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Makassar, Sardi, menyatakan bahwa capaian ini mendorong perusahaan untuk terus memperkuat kualitas layanan operasional. Ia menyebutkan langkah-langkah seperti optimalisasi operasional, pemanfaatan fasilitas pelabuhan secara maksimal, serta penguatan koordinasi dengan pengguna jasa dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari strategi tersebut.

Aspek keselamatan dan kesehatan kerja disebut tetap menjadi prioritas agar kegiatan bongkar muat berjalan aman, efektif, dan andal. Ke depan, Pelindo Multi Terminal Cabang Makassar menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan fasilitas, mengoptimalkan proses operasional, serta memperkuat kompetensi sumber daya manusia guna mendukung kelancaran aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Makassar.

Catatan Redaksi. Terminal nonpetikemas menangani barang yang tidak dikemas dalam kontainer standar. General cargo berupa barang satuan atau kemasan karung, curah kering seperti gandum dan pupuk yang dituang langsung tanpa kemasan, sedangkan curah cair dialirkan lewat pipa dari kapal ke tangki penampungan. Produktivitas per kapal per hari mengukur kecepatan proses bongkar muat, semakin tinggi angkanya, semakin singkat waktu kapal perlu bersandar di dermaga.

Sumber: PT Pelindo Multi Terminal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan