BPSDM PUPR Jamin Kompetensi Pengajar dan Pejabat Fungsional

Bekasi (29/11) – Untuk menjamin mutu yang semakin baik dari penyelenggaraan diklat, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengadakan Lokakarya Peningkatan Kompetensi Pejabat Fungsional (Jafung) dan Pengajar bidang Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah. Acara yang berlangsung di Bekasi pada Kamis (27/11) tersebut dihadiri para Widyaiswara bidang Jalan, Jembatan, Permukiman dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (JP3IW) dan para jafung pengajar.

 

Lokakarya yang berlangsung selama sehari tersebut membahas materi dalam rangka perubahan menuju perbaikan. Terkait itu, Kepala Pusdiklat JP3IW, Ir. Thomas Setiabudi Aden, M.Sc.Eng., membahas soal ekstra tenaga dalam mendorong SDM PUPR menuju perubahan. “Perubahan itu mudah. Yang sulit, adalah membuat orang-orang melepaskan kebiasaan lama, sehingga upaya kita menuju perubahan harus lebih hebat lagi dari hari ke hari,” ujarnya mengutip pernyataan penulis kawakan Amerika, TomPeters.

Materi yang dipaparkan melibatkan empat narasumber, yakni General Manager Bidang Pengembangan Sistem PT. Wijaya Karya Tbk (GM PT. WIKA), Ir. Novias Nurendra, M.Sc, Praktisi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si. MCE, Coaching Indonesia, Niandra Pramudita, ACC,. dan Praktisi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Prof. Ir. Priyo Suprobo, MS., PhD. Sedangkan dari Pusdiklat JP3IW menghadirkan narasumber yang merupakan pakar di berbagai bidang terkait.

 

Keempat isu yang diusung dan telah dikupas tuntas dalam lokakarya tersebut, antara lain industri konstruksi dengan segala tantangannya, materi pembelajaran dan bahan ajar berbasis riset, coaching dalam pembelajaran, dan penerapan fiber berkualitas tinggi yang diperkuat dengan cementitious composite untuk flat slab dan infrastruktur lainnya di indonesia.

Acara terbagi menjadi dua sesi, dimana sesi pertama terdiri dari dua materi, yaitu penerapan Building Information Modeling (BIM) dalam mendukung pembangunan infrastruktur PUPR oleh GM PT. WIKA, Novias Nurendra.

Dalam paparannya Novias mengupas industri konstruksi secara umum, cara berinovasi dengan basis teknologi, BIM dan implementasinya pada proyek-proyek WIKA. Novias mengatakan, dalam dunia konstruksi terdapat lima hal yang akan memantik perubahan ke arah yang lebih baik, yakni survei dan geolokasi berkualitas lebih tinggi, 5-D BIM oleh generasi penerus, kolaborasi dan mobilitas digital, internet dan analisa mutakhir, serta desain dan konstruksi dimasa depan. Pemateri ke dua, Praktisi UPI, Denny, pembahasan lebih cenderung ke arah implementasi metode pembelajaran berbasis riset.

 

Pusdiklat JP3IW setiap hari berkutat dengan hal ihwal pelatihan, termasuk kurikulum dan modul. Menurut Deny, basis riset akan mempermudah proses penyusunannya. Aspek-aspek teknis dalam struktur penulisan yang diajarkan meliputi konten, penyajian, kebahasaan, kegrafikan, dan literasi. Selain itu seluruh peserta lokakarya diharuskan menguasai metode pengutipan mendeley dalam karya tulis.

Selanjutnya materi pertama pada sesi II diisi oleh Naindra Pramudita, salah satu Coach dari Coaching Indonesia, yang menjelaskan secara terperinci perihal pola ajar dengan metode coaching, mulai dari definisinya yang paling tepat serta karakteristik yang membedakannya dengan pola ajar lain.

 

Pada materi penghujung, bahasan Praktisi ITS, Priyo, cenderung lebih substansial dan praktis. Materi dengan bobot tinggi tersebut disimpan di akhir dengan tujuan memperkuat komunikasi pemateri dan peserta lokakarya.

UPH, Investree, BPSDM PUPR, Wings Air, Vivo, Huawei, Lion Air Group, FCSI, Kominfo RI, Inspirational Video, Motivational Video