BPSDM PUPR Bersama Pusdiklat dan Balai Diklat Sempurnakan Penerapan E-learning

Jakarta, 29 April 2020 – Kebijakan pemerintah untuk melakukan physical dan social distancing menjadikan metode pembelajaran jarak jauh (e-learning)  memerlukan berbagai penyempurnaan agar penerapannya bisa berhasil dengan baik.

Dalam kaitan itu Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengadakan pertemuan dengan seluruh Kepala Pusdiklat dan Kepala Balai Diklat untuk membahas masalah tersebut secara online yang dipimpin oleh Kepala BPSDM PUPR, Sugiyartanto, melalui konferensi video dari Jakarta, Rabu (29/4).

 

Dalam arahannya, Sugiyartanto meminta agar setiap pelatihan direkam, sebab harus ada kriteria yang dilakukan untuk penyesuaian. Para peserta juga diberikan toleransi apabila pihak penyelenggara memiliki kendala teknis, sehingga peserta tetap nyaman dalam mengikuti pembelajaran.

Pada pertemuan kali ini Balai Diklat PUPR Wilayah IV Bandung berkesempatan mempresentasikan kesiapannya dalam menyelenggarakan diklat secara jarak jauh. Presentasi serupa juga akan dilakukan oleh seluruh balai diklat lainnya secara bergilir.

Kepala Balai Diklat Wilayah Bandung, Hasto Agoeng Sapoetro, dalam presentasinya menjelaskan beberapa strategi pelaksanaan pelatihan, di antaranya kesiapan SDM penyelenggara, infrastruktur TIK, bahan ajar, sistem evaluasi pelatihan jarak jauh, dan penyiapan administrasi pertanggungjawaban penyelenggaraan pelatihan jarak jauh.

 

Sekretaris BPSDM PUPR, K.M. Arsyad, berpendapat pergeseran mindset dalam proses pelatihan secara jarak jauh membutuhkan usaha yang besar, karena keinginan untuk belajar sendiri cukup sulit bagi peserta pelatihan. Karena itu pembelajaran secara jarak jauh (e-learning) memerlukan persiapan yang matang.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusdiklat Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (JPP-PIW) Thomas Setiabudi Aden, mengatakan akan mengoptimalkan materi e-pelatihan, dengan memanfaatkan platform lain yang lebih memungkinkan untuk digunakan selain Zoom, seperti trelo, yang tidak berbayar namun dipandang cukup efektif dalam pembelajaran. Lebih lanjut ia berpendapat, peran course director cukup penting dalam pembelajaran dengan metode e-learning tersebut.

 

Sugiyartanto menambahkan, ada perbedaan signifikan dalam pelatihan klasikal dan blended learning, dimana tingkat kelulusan dengan metode klasikal lebih tinggi, karena peserta lebih fokus dalam mengikuti pembelajaran, sedangkan dengan metode blended learning peserta tetap bekerja sesuai dengan penugasan di unit kerja masing-masing, sehingga beberapa peserta tidak mengikuti pembelajaran secara keseluruhan.

Menutup arahannya, Sugiyartanto meminta metode lain juga dikembangkan untuk mempermudah penyelenggaraan pelatihan. Selain itu jadwal pelatihan dari tiap-tiap balai juga harus up to date.

AMD, BPSDM PUPR, UIN SUKA Yogyakarta, VIVO, Lion Air Group, Inspirational Video, Motivational Video