Berkomitmen terhadap kesejahteraan manusia

BEIJING, 26 Mei 2021 — Sebuah artikel berita China.org.cn tentang Yuan Longping. Pada 22 Mei, Yuan Longping, ilmuwan ternama asal Tiongkok yang ikut membawa begitu banyak orang keluar dari garis kemiskinan, telah tutup usia, dan meninggalkan duka mendalam di tengah masyarakat Tiongkok. Kabar duka ini juga diberitakan berbagai media asing.

Pada 1973, dijuluki “Bapak Padi Hibrida”, Yuan Longping mengembangkan varietas padi hibrida pertama di dunia yang memiliki produktivitas tinggi. Sejak itu, tingkat panen padi hibrida terus mencetak rekor, dari 300 kg hingga 500 kg, lalu 700 kg per mu (sekitar 0,07 hektar). Kini, tingkat panen padi superhibrida Chaoyou 1000 telah menembus 1.000 kg per mu. Varietas ini juga dikembangkan tim Yuan. Sebelumnya, komunitas ilmiah dunia meyakini bahwa tanaman padi tidak bisa dikembangkan dengan metode kawin silang.

Yuan merupakan sosok bersahaja sekaligus berjasa besar. Dia tak hanya membantu 1,4 miliar jiwa penduduk Tiongkok, namun juga turut mewujudkan swasembada pangan sebagai sumbangan penting bagi ketahanan pangan dunia.

Kini, padi hibrida yang dikembangkan tim Yuan telah banyak dipakai serta diuji tanam di lusinan negara dan wilayah di seluruh dunia. Di Madagaskar, tingkat panen padi hibrida 300% lebih tinggi ketimbang varietas lokal. Di Indonesia, tingkat panennya bahkan mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan varietas lokal. Pada 2018, uji tanam padi dilakukan di padang gurun di Dubai, dan, untuk pertama kalinya, sukses dilaksanakan tim Yuan.

Di mata banyak orang, Yuan adalah ilmuwan yang selalu mengejar impian, terlepas dari kesendirian dan kendala yang dialaminya. Eksperimen persilangan padi hibrida bukanlah pekerjaan mudah. Ketika merintis riset, Yuan menguji lebih dari 14.000 kepala putik padi sebelum menemukan enam tanaman mandul jantan yang berkembang secara natural. Saat berusia 90 tahun, Yuan bahkan masih melakukan riset, dan hampir setiap hari mengunjungi sawah guna mengamati pertumbuhan padi hibrida.

Yuan juga seorang pria yang murah hati, dan sangat berkomitmen terhadap kesejahteraan manusia. Meski lahir dari keluarga berpendidikan, dia sempat menyaksikan bencana kelaparan semasa kecil. Hal ini mendorong Yuan untuk mengabdi dalam riset pertanian. Selama 10 tahun, Yuan membantu negara-negara Afrika membudidayakan padi hibrida. Dia bekerja keras meningkatkan produktivitas padi selama puluhan tahun. Dalam dekade terakhirnya, Yuan meneliti dan mengembangkan padi yang bisa dibudidayakan dengan air laut (sea rice). Dia ingin memenuhi sebuah harapan mulia—semua manusia di dunia tidak kekurangan makanan.

Yuan Longping telah meninggalkan warisan penting berupa benih padi untuk dunia. “Setiap orang serupa dengan sebuah benih—kita harus berkembang menjadi orang baik,” kata Yuan dalam satu kesempatan. Sosok bersahaja yang berjasa besar ini patut dikenang.