BCA Gandeng Manulife Guna Pasarkan Reksadana MANSYAF

JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bekerja sama dengan Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) sebagai penyedia reksa dana berkualitas bagi para nasabah perseroan.

Lewat kerjasama ini, BCA akan mendistribusikan Reksa Dana Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF) melalui cabang BCA yang melayani transaksi reksa dana dan aplikasi Welma.

“BCA senantiasa berfokus pada kebutuhan para nasabah dengan menghadirkan berbagai inovasi dan menjalin sinergi dengan berbagai institusi untuk menyediakan beragam solusi keuangan yang berkualitas, termasuk produk investasi,” kata Suwignyo Budiman, Wakil Presiden Direktur BCA, Selasa (5/3).

Pertumbuhan dana kelolaan atau Asset under Management (AUM) investasi nasabah cukup  tinggi tahun lalu yakni lebih dari 50% YoY (year on year/YoY).

Suwignyo bilang, kerja sama antara BCA dengan MAMI merupakan bagian dari langkah kami untuk memberikan solusi Wealth Management, khususnya produk investasi bagi nasabah BCA.  Melalui kemitraan ini, BCA menghadirkan produk investasi yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan para nasabah yang ingin memanfaatkan peluang pertumbuhan investasi yang menarik di kawasan Asia Pasifik melalui reksa dana MANSYAF.

Afifa, CEO & Presiden Direktur MAMI mengatakan, pihaknya dan BCA secara bersama akan menyediakan solusi investasi dan layanan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan nasabah BCA, dimulai dengan penjualan reksa dana MANSYAF di BCA saat ini. Reksa dana berdenominasi dolar AS ini membuka peluang investasi bagi para nasabah yang ingin menangkap peluang investasi di berbagai pasar di kawasan Asia Pasifik yang memiliki valuasi relatif rendah dan marjin laba yang relatif tinggi.

“Portofolio MANSYAF terdiri dari berbagai saham milik perusahaan-perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang kuat dan memiliki valuasi yang wajar,” Kata Afifa.

Katarina Setiawan, Chief Economist and Investment Strategist MAMI mengatakan, pemulihan ekonomi global yang lebih merata pada tahun 2022 akan berdampak positif bagi pasar yang sebelumnya tertinggal.  Perbedaan valuasi pasar saham Asia terhadap pasar di negara maju cukup lebar, saat ini pasar saham Asia berada di level sekitar 25% lebih murah dibandingkan negara maju.

Selain itu, kawasan Asia juga diuntungkan oleh beberapa faktor, diantaranya siklus ekonomi yang masih melanjutkan akselerasi pemulihan dan inflasi yang lebih terjaga dibandingkan kawasan negara maju – sehingga memberi ruang kebijakan bagi bank sentral kawasan ini.  Faktor lainnya yaitu kinerja pasar saham Asia yang mengalami ketertinggalan di 2021, sehingga membuat valuasi pasar berada pada level yang atraktif.

Lebih lanjut, Katarina menjelaskan bahwa MANSYAF menangkap potensi pertumbuhan struktural kawasan Asia Pasifik.  Tiap negara di kawasan ini memiliki keunggulannya masing-masing yang menarik. Sebagai contoh, Korea Selatan dan Taiwan memiliki kekuatan di sektor semikonduktor, yang merupakan bahan baku untuk berbagai produk elektronik. China memiliki keunggulan pada konsumsi domestik yang besar dan teknologi energi terbarukan. Kawasan ASEAN dan India memiliki potensi ekonomi digital yang besar. Dengan berinvestasi di MANSYAF, investor mendapatkan eksposur pada sektor-sektor tersebut.

Melihat peluang pertumbuhan di Asia Pasifik, Ugahary Yovvy Chandra, Executive Vice President Wealth Management BCA mengatakan, pihaknya menghadirkan MANSYAF sebagai solusi terbaru dari Wealth Management BCA bagi para nasabah yang ingin melakukan diversifikasi investasi untuk memenuhi beragam tujuan keuangannya di masa depan.

MANSYAF akan tersedia di BCA mulai 16 Maret 2022.  Nasabah dapat menghubungi Cabang BCA untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai MANSYAF.  “Sebagai bagian dari kerja sama antara BCA dengan MAMI dan peluncuran MANSYAF di BCA, kami memberikan benefit khusus bagi para nasabah yaitu cashback hingga IDR1 juta untuk investasi MANSYAF hingga 31 Mei 2022,” pungkasnya.