WNI Berpakaian Tradisional Peringati Sumpah Pemuda Di Kota Kinabalu

Kota Kinabalu, Malaysia: Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-89 Tahun 2017,  bertempat di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Upacara diikuti oleh Staf KJRI, Dharma Wanita Persatuan KJRI Kota Kinabalu, ILO TNI di Kota Kinabalu,  para guru dan siswa-siswi Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, serta masyarakat Indonesia. Bertindak sebagai Pemimpin Upacara Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Akhmad Daya Handasah Irfan. (30/10)

Upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara, dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta dan pembacaan teks Pancasila. Dibacakan juga Pembukaan UUD 1945 dan pembacaan teks Keputusan Konggres Pemuda Indonesia Tahun 1928, serta menyanyikan lagu nasional “Satu Nusa Satu Bangsa” dan “Bangun Pemuda-Pemudi”.

Hadirin peserta upacara, yang bertema “Pemuda Indonesia Berani Bersatu”, kemudian mendengarkan sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga yang dibacakan oleh Konjen RI, yang pada intinya menyeru agar bangsa Indonesia berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan. Persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh di atas persatauan keagamaan, kedaerahan, apalagi golongan.

Penyelenggaraan Upacara Peringatan HSP Ke-89 Tahun 2017 di KJRI Kota Kinabalu berlangsung dengan khidmat dan tertib serta semarak. Sebagai simbol  persatuan dalam keberagaman (bhineka tunggal ika), para peserta upacara sebagian mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Usai upacara, Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu secara spontan mengadakan “kuis pertanyaan berhadiah” kepada siswa-siswi SIKK seputar sejarah Hari Sumpah Pemuda. Acara kemudian disemarakkan dengan pentas “Teatrikal Sumpah Pemuda” oleh siswa siwi SIKK.

KJRI Kota Kinabalu selama bulan Oktober sebenarnya telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan “Bulan Bahasa” dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemakaian Bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama di kalangan pelajar di SIKK. Bulan Bahasa antara lain diisi dengan kegiatan lomba pidato, dongeng, menulis surat kepada guru, menulis cerpen dan puisi. Sebagai puncaknya adalah upacara Peringatan hari Sumpah Pemuda dimana akan diumumkan para pemenang masing-masing lomba.

Pelaksana Fungsi Pensosbud, Cahyono Rustam mengatakan bahwa kegiatan “Bulan Bahasa” ini perlu diselenggarakan untuk lebih menggelorakan para pelajar SIKK khususnya dan dan WNI pada umumnya agar sering menggunakan bahasa Indonesia di Sabah. Walaupun sesama bahasa melayu, tetapi bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia itu dalam banyak kata dan pengucapan berbeda arti dan maksudnya, demikian kata Cahyono dengan tersenyum lebar tanpa memberikan contohnya.​ (Sumber: KJRI Kota Kinabalu)