
Platform perdagangan aset kripto FLOQ dan bursa terdesentralisasi ASTER menandatangani nota kesepahaman (MoU) di ajang Indonesia Blockchain Week 2026 yang berlangsung di Jakarta. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas akses pengguna Indonesia terhadap produk dan ekosistem Web3.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan penandatanganan ini merupakan kelanjutan dari traksi organik yang sudah terbentuk di platformnya. Sejak resmi terdaftar di FLOQ pada Oktober 2025, token ASTER telah dimiliki sekitar 1.500 pengguna dan konsisten masuk dalam sepuluh aset kripto yang paling aktif diperdagangkan di platform tersebut.
Ruang Lingkup Kerja Sama
Kedua pihak tengah menjajaki sejumlah area, mulai dari program referral dengan skema bagi hasil (revenue sharing), aktivasi komunitas, hingga perluasan dukungan terhadap jaringan native ASTER. Salah satu opsi yang dibahas adalah menghadirkan Aster Perpetual DEX ke dalam ekosistem FLOQ, termasuk kemungkinan integrasi perdagangan perpetual langsung dari wallet. Meski begitu, bentuk teknis dan jadwal peluncurannya masih dalam tahap evaluasi, termasuk persetujuan dari bursa kripto dan OJK.
ASTER sendiri merupakan platform trading terdesentralisasi hasil merger antara Astherus, protokol berbasis yield, dan APX Finance, platform perdagangan perpetual. Dipimpin CEO Leonard, ASTER didukung oleh YZi Labs — yang sebelumnya dikenal sebagai Binance Labs — dan menawarkan perdagangan spot maupun perpetual multichain bagi trader ritel dan berpengalaman. Platform ini juga mengembangkan produk Pre-IPO Perpetuals yang memberi eksposur pada valuasi perusahaan swasta sebelum melantai di bursa, seperti kontrak terkait SpaceX.
Bagi FLOQ, kolaborasi ini membuka akses terhadap basis pengguna terdaftarnya yang telah mencapai lebih dari 1,8 juta orang, sekaligus melengkapi kemitraan yang sudah terjalin dengan sejumlah perusahaan seperti Tiket, Telkomsel, dan Blibli. Yudhono menyebut kombinasi distribusi lokal FLOQ dan infrastruktur perdagangan terdesentralisasi ASTER diharapkan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna sekaligus mendorong perkembangan ekosistem Web3 di Indonesia.
Sumber: FLOQ.





