
Banyak pemilik kucing tergoda memberi sedikit nasi dari piring makan mereka kepada anabul kesayangan. Menurut Unicharm Pet Indonesia, kucing sebenarnya boleh makan nasi, tetapi hanya dalam jumlah sangat sedikit dan tidak disarankan menjadi bagian rutin dari menu hariannya.
Kucing Adalah Karnivora Sejati
Secara biologis, kucing tergolong obligate carnivore yang membutuhkan protein hewani dan taurin dalam jumlah tinggi. Karbohidrat seperti nasi tidak mengandung nutrisi esensial bagi tubuh kucing, sehingga saluran cernanya pun tidak dirancang untuk mengolah pati secara terus-menerus.
Baca juga:
- Tips Aman Memilih Obat Diare untuk Kucing Peliharaan
- Dry Food Kucing yang Bagus untuk Kesehatan dan Nutrisi Anabul
Risiko Jika Terlalu Sering Diberi Nasi
Pemberian nasi dalam jumlah berlebih dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare, kembung, dan muntah. Selain itu, kelebihan kalori dari karbohidrat berisiko menyebabkan obesitas hingga diabetes mellitus, serta menggeser porsi protein esensial yang seharusnya dipenuhi. Kekurangan asam lemak akibat pola makan tinggi karbohidrat juga dapat membuat bulu kucing rontok dan kusam.
Aturan Aman Memberi Nasi
Jika ingin memberikannya sesekali, porsi nasi sebaiknya tidak lebih dari 5 persen total makanan harian, dalam kondisi matang dan tanpa bumbu seperti garam, bawang, atau minyak. Nasi juga tidak boleh menjadi pengganti makanan utama, dan pemberiannya harus dihentikan bila kucing menunjukkan gejala alergi atau gangguan pencernaan.
Sebagai alternatif, Unicharm Pet Indonesia menyarankan pemilik kucing memberikan makanan kering yang diformulasikan khusus sesuai kebutuhan nutrisi kucing dewasa, lengkap dengan protein, taurin, serta vitamin dan mineral seimbang, agar kesehatan pencernaan dan bulu anabul tetap terjaga tanpa perlu bergantung pada nasi.
Sumber: Unicharm Pet Indonesia.





