
Perusahaan teknologi Tigo resmi meluncurkan layanan bernama “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari” di Indonesia pada Agustus 2026. Layanan ini merupakan sistem produksi video pendek berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyasar brand, pelaku UMKM, content entrepreneur, hingga kreator individu yang ingin memproduksi serial video secara cepat tanpa tim produksi besar.
Satu Alur Kerja dari Naskah hingga Post-Production
Menurut keterangan resmi Tigo, teknologi AI diterapkan di hampir seluruh tahap produksi, mulai dari penulisan naskah, pembuatan karakter dan latar adegan, video generation, voice-over, subtitle, sampai proses penyelesaian akhir video. Pendekatan ini menggantikan alur kerja konvensional yang biasanya melibatkan banyak tenaga profesional seperti sutradara, aktor, sinematografer, dan editor.
Tigo menyebut sistemnya dapat menyusun struktur cerita, alur episode, hingga hubungan antar-karakter berdasarkan tema, genre, dan target audiens yang ditentukan pengguna. Berbagai latar cerita, mulai dari sekolah, kantor, perkotaan, hingga dunia futuristik, juga dapat dibuat secara otomatis melalui sistem tersebut.
Menyasar Brand hingga Kreator Independen
Selain untuk industri hiburan, Tigo mengklaim layanan ini dapat dimanfaatkan pelaku bisnis di sektor kuliner, kecantikan, pariwisata, dan pendidikan untuk membuat konten pemasaran berbasis cerita. Brand juga dapat menyisipkan produk atau pesan mereka langsung ke dalam alur serial short drama.
Perusahaan menyatakan Indonesia dipilih sebagai salah satu pasar potensial karena tingginya aktivitas media sosial serta pertumbuhan konten video pendek dan e-commerce. Ke depan, Tigo berencana mengembangkan konsistensi karakter AI, voice-over multibahasa, serta fitur product placement untuk brand.
Sumber: Tigo.





