Singkawang Siapkan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2024 dengan Kemeriahan 6.000 Lampion

Singkawang – Dalam persiapan menyambut Imlek 2575 dan Cap Go Meh 2024, Kota Singkawang memperlihatkan keseriusannya dalam menghadirkan suasana perayaan yang meriah. Ribuan lampion dipersiapkan untuk menghiasi ruas jalan kota, menciptakan pemandangan yang memukau bagi warga dan pengunjung. Ketua Panitia, Bong Cin Tong, mengungkapkan bahwa sebanyak 6.000 lampion akan menghiasi beberapa ruas jalan utama di Singkawang seperti Jalan P. Diponegoro, Jalan Sejahtera, dan Jalan Budi Utomo, hingga ke Jalan Niaga dan Jalan Pisang, serta menghias bundaran 1001 dan beringin corner dengan ornamen naga yang sesuai dengan shio tahun ini.

Tahun ini, perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang hadir dengan konsep dan format yang berbeda, mengingat agenda nasional Pemilu yang juga berlangsung. Meskipun demikian, kemeriahan dan nuansa spesial perayaan tetap dijaga, dengan tema “Budaya Pemersatu Bangsa” yang menjadi fokus utama.

Baca juga  12 Destinasi Kece Badai Buat Dikunjungi di 2022, Pesan Tiket Pesawatnya di TTS 12.12 Sale!

Rangkaian kegiatan yang direncanakan termasuk Ritual Cuci Jalan oleh masing-masing Tatung pada 22-23 Februari, Festival Kuliner Cap Go Meh dari tanggal 22 hingga 24 Februari, Ritual Ket Sam Thoi pada malam Cap Go Meh, 23 Februari, dan kegiatan Cap Go Meh yang dilaksanakan di masing-masing Kelenteng dan Altar pada tanggal 24 Februari, diakhiri dengan lelang pada hari yang sama.

Pentingnya koordinasi dengan pihak keamanan dan berwenang ditekankan oleh panitia untuk memastikan semua rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah kota untuk menghadirkan perayaan yang tidak hanya meriah tetapi juga aman dan nyaman bagi semua orang.

Baca juga  Spice Island Festival: Memperkenalkan Sejarah Rempah Maluku di Banda Neira

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang menjadi bukti nyata dari keberagaman budaya dan harmoni yang terjaga di Indonesia. Melalui tema “Budaya Pemersatu Bangsa”, Singkawang ingin menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang mempersatukan. Ini adalah kesempatan yang sempurna bagi siapa saja yang ingin merasakan kehangatan, kegembiraan, dan kekayaan budaya melalui serangkaian kegiatan yang penuh warna dan makna.