
Universitas Pelita Harapan (UPH) menyelenggarakan Student Leaders Conference (SLC) 2026 pada 10 September 2026 di Auditorium D-501, Kampus UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang. Acara ini diikuti lebih dari 300 pengurus organisasi mahasiswa secara daring maupun luring, dengan tujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka selama satu periode kepengurusan.
Konferensi ini menyoroti bahwa memimpin organisasi mahasiswa tidak cukup hanya menjalankan program kerja. Seorang student leader perlu memahami lingkungan tempatnya memimpin, membangun sistem kerja yang terarah, menyampaikan gagasan secara tepat, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak agar kepemimpinannya benar-benar berdampak.
Empat Bekal Utama
SLC 2026 dirancang dalam empat sesi. Pada sesi pertama, Associate Vice President of Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH Andry Panjaitan menekankan pentingnya memahami visi, misi, dan kode etik universitas sebagai dasar pengambilan keputusan organisasi. Sesi kedua tentang tata kelola organisasi dibawakan oleh Shera Anthony dari Student Development and Alumni Engagement UPH, yang membahas penyusunan program kerja, proposal, pelaporan, hingga pengelolaan keuangan yang transparan.
Sesi ketiga mengangkat komunikasi strategis bersama Head of Corporate Communications UPH Alexandra Tatgyana Suatan, yang mengajak mahasiswa memahami bahwa membangun citra organisasi lebih dari sekadar penempatan logo, melainkan menyangkut konsistensi pesan dan tanggung jawab di balik setiap konten. Sesi terakhir membahas kemitraan strategis bersama Corporate Relations Officer UPH Evangli Jiferly Langkun, yang menegaskan bahwa sponsorship merupakan hubungan saling menguntungkan, bukan sekadar mencari dukungan dana.
Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) UPH periode 2026/2027, Gwen Josephine Ho Lase, mengatakan pembekalan tersebut membantunya lebih siap menjalankan peran sebagai pemimpin organisasi sepanjang masa kepengurusan. SLC 2026 menjadi bagian dari komitmen UPH menghadirkan pendidikan holistis untuk mencetak pemimpin mahasiswa masa depan.
Catatan Redaksi. Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) yang disebut dalam artikel umumnya berfungsi sebagai lembaga legislatif tertinggi di tingkat mahasiswa, mengawasi dan mengoordinasikan organisasi kemahasiswaan lain di kampus. Adapun sponsorship yang dibingkai sebagai hubungan saling menguntungkan mengacu pada prinsip lazim dalam kemitraan korporasi, sponsor mendapat eksposur atau akses ke komunitas mahasiswa, sementara organisasi mendapat dukungan sumber daya, bukan transaksi satu arah.
Sumber: Universitas Pelita Harapan.





