
Hamburg, 24 Juni 2026 – Advanced Micro Devices (AMD) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pemimpin utama dalam dunia High-Performance Computing (HPC) setelah mencatatkan berbagai pencapaian penting dalam daftar TOP500 dan Green500 yang diumumkan pada ajang International Supercomputing Conference (ISC) 2026. Hasil terbaru tersebut menunjukkan semakin besarnya peran teknologi AMD dalam mendukung komputasi ilmiah, kecerdasan buatan (AI), serta berbagai kebutuhan komputasi berskala besar di seluruh dunia.
Dalam pengumuman yang disampaikan pada konferensi tahunan paling bergengsi di industri superkomputer tersebut, AMD melaporkan bahwa total 191 sistem dalam daftar TOP500 kini ditenagai oleh teknologi perusahaan. Angka tersebut meningkat sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan semakin tingginya kepercayaan lembaga penelitian, universitas, industri energi, hingga pemerintah terhadap platform komputasi AMD.
Tidak hanya itu, AMD juga berkontribusi pada 41 persen sistem baru yang berhasil masuk ke dalam daftar TOP500 tahun ini. Capaian tersebut menunjukkan bahwa prosesor AMD EPYC™ dan akselerator AMD Instinct™ semakin menjadi pilihan utama bagi organisasi yang membutuhkan kombinasi performa tinggi dan efisiensi energi untuk menangani beban kerja komputasi modern.
Persaingan Superkomputer Semakin Ketat
Daftar TOP500 merupakan tolok ukur paling bergengsi dalam industri komputasi performa tinggi. Daftar ini merangking 500 superkomputer tercepat di dunia berdasarkan kemampuan pemrosesan data yang diukur dalam satuan floating point operations per second (FLOPS).
Sementara itu, Green500 berfokus pada efisiensi energi, menilai kemampuan sistem dalam menghasilkan performa komputasi tinggi dengan konsumsi daya yang lebih rendah. Dalam era meningkatnya kebutuhan pusat data dan AI, efisiensi energi kini menjadi faktor yang sama pentingnya dengan kecepatan komputasi.
Pada ISC 2026, AMD berhasil mencatatkan performa yang mengesankan pada kedua daftar tersebut. Perusahaan ini mendukung lebih dari separuh sistem yang berada di jajaran teratas Green500, sekaligus mempertahankan kehadirannya pada kelompok elit superkomputer tercepat dunia.
Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa industri tidak lagi hanya mengejar performa absolut. Efisiensi daya, keberlanjutan operasional, dan total biaya kepemilikan kini menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan infrastruktur komputasi skala besar.
Tiga Sistem AMD Masuk Jajaran Elite Dunia
Salah satu sorotan utama dari pengumuman tahun ini adalah keberadaan sejumlah sistem bertenaga AMD yang berhasil menempati posisi dalam 10 besar TOP500 dunia.
Di antara sistem tersebut terdapat El Capitan, Frontier, serta HPC7 milik perusahaan energi Italia, Eni. Kehadiran ketiga sistem tersebut semakin memperkuat reputasi AMD sebagai pemasok teknologi untuk superkomputer kelas exascale dan sistem komputasi berskala ekstrem.
El Capitan dan Frontier selama beberapa tahun terakhir telah menjadi simbol kemajuan komputasi modern. Sistem-sistem tersebut digunakan untuk berbagai penelitian strategis, mulai dari simulasi ilmiah, pemodelan iklim, pengembangan material baru, hingga aplikasi kecerdasan buatan yang membutuhkan kapasitas pemrosesan sangat besar.
Sementara itu, HPC7 Eni menjadi contoh bagaimana sektor industri juga semakin mengandalkan teknologi superkomputer untuk mempercepat inovasi. Sistem ini digunakan untuk mendukung penelitian energi, eksplorasi sumber daya, serta berbagai simulasi kompleks yang membutuhkan kecepatan komputasi luar biasa.
AMD Instinct Dorong Kinerja AI dan HPC
Pertumbuhan pesat kebutuhan AI generatif dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah lanskap industri komputasi performa tinggi. Jika sebelumnya superkomputer lebih banyak digunakan untuk penelitian ilmiah tradisional, kini banyak sistem juga dioptimalkan untuk pelatihan dan inferensi model AI berskala besar.
Dalam konteks tersebut, keluarga akselerator AMD Instinct menjadi salah satu pilar utama strategi perusahaan.
AMD mengungkapkan bahwa GPU AMD Instinct kini mendukung sekitar 42 persen dari total kemampuan komputasi yang dihasilkan oleh sepuluh sistem teratas dalam daftar TOP500. Angka tersebut menunjukkan kontribusi signifikan teknologi AMD terhadap kapasitas pemrosesan global yang digunakan untuk berbagai aplikasi paling menuntut di dunia.
Para analis industri menilai bahwa kemampuan AMD menggabungkan prosesor EPYC dan akselerator Instinct dalam satu ekosistem komputasi menjadi faktor penting yang mendorong adopsi teknologi perusahaan di berbagai proyek HPC dan AI.
Kombinasi tersebut memungkinkan organisasi memperoleh performa tinggi sekaligus efisiensi operasional yang lebih baik, terutama ketika kebutuhan komputasi terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dominasi dalam Efisiensi Energi
Selain unggul dalam performa, AMD juga mencatatkan hasil impresif dalam aspek keberlanjutan.
Data Green500 terbaru menunjukkan bahwa 56 persen dari 50 sistem paling efisien di dunia menggunakan teknologi AMD. Capaian ini memperlihatkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada peningkatan kecepatan komputasi, tetapi juga pada pengurangan konsumsi energi yang menjadi tantangan besar bagi industri pusat data global.
Konsumsi listrik superkomputer modern dapat mencapai puluhan megawatt. Oleh karena itu, setiap peningkatan efisiensi memiliki dampak besar terhadap biaya operasional dan jejak karbon.
Bagi banyak negara dan organisasi, kemampuan membangun sistem komputasi yang lebih ramah lingkungan kini menjadi bagian penting dari strategi transformasi digital dan target keberlanjutan jangka panjang.
Cambridge Perkenalkan Sistem Berbasis MI355X
Perkembangan menarik lainnya datang dari Inggris. Dua sistem baru yang diperkenalkan oleh University of Cambridge menjadi sistem pertama yang memanfaatkan GPU AMD Instinct™ MI355X.
Kedua sistem tersebut langsung menempati posisi ke-67 dan ke-68 dalam daftar TOP500 Juni 2026, sebuah pencapaian yang menunjukkan kemampuan generasi terbaru akselerator AMD sejak awal implementasinya.
Peluncuran sistem ini juga menjadi bagian dari upaya Inggris memperkuat kapasitas AI nasional dan infrastruktur penelitian strategis. Kehadiran teknologi komputasi mutakhir di lingkungan akademik diharapkan dapat mempercepat berbagai penelitian dalam bidang kesehatan, sains material, pemodelan iklim, hingga pengembangan kecerdasan buatan generasi berikutnya.
Masuknya dua sistem berbasis MI355X ke dalam TOP500 sekaligus menjadi indikator awal bahwa teknologi terbaru AMD memiliki potensi besar untuk memainkan peran penting dalam generasi superkomputer masa depan.
Eropa Percepat Ambisi Sovereign AI
Pada ISC 2026, AMD juga menyoroti pertumbuhan bisnisnya di kawasan Eropa, khususnya dalam mendukung inisiatif Sovereign AI dan pembangunan sistem exascale.
Konsep Sovereign AI semakin mendapat perhatian pemerintah dan lembaga publik di berbagai negara Eropa. Melalui pendekatan ini, negara-negara berupaya membangun kapasitas AI domestik yang mampu mengelola data, model, dan infrastruktur komputasi secara mandiri.
Dalam konteks tersebut, teknologi AMD menjadi salah satu fondasi yang digunakan untuk membangun pusat data dan superkomputer generasi baru.
Implementasi sistem HPC7 oleh Eni menjadi salah satu contoh nyata bagaimana perusahaan-perusahaan Eropa mulai berinvestasi besar pada infrastruktur komputasi yang mampu mendukung transformasi digital dan inovasi berbasis data.
AMD Catat Jumlah Sistem Baru Terbanyak
Salah satu statistik paling mencolok dari daftar TOP500 Juni 2026 adalah keberhasilan AMD mendukung 18 dari total 44 sistem baru yang masuk ke dalam daftar tersebut.
Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan vendor silikon lainnya, menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan AMD di pasar HPC masih terus berlanjut.
Keberhasilan tersebut sekaligus mencerminkan perubahan peta persaingan industri semikonduktor global. Dalam beberapa tahun terakhir, AMD berhasil memperluas pangsa pasar di berbagai segmen, mulai dari pusat data, cloud computing, kecerdasan buatan, hingga superkomputer.
Dengan meningkatnya kebutuhan terhadap komputasi berperforma tinggi dan AI, perusahaan diperkirakan akan terus menjadi salah satu pemain kunci yang menentukan arah perkembangan industri dalam beberapa tahun mendatang.
Masa Depan Komputasi Performa Tinggi
Pencapaian AMD pada ISC 2026 menunjukkan bahwa era baru komputasi performa tinggi kini semakin erat kaitannya dengan kecerdasan buatan, efisiensi energi, dan kebutuhan akan kedaulatan teknologi nasional.
Keberhasilan perusahaan menempatkan ratusan sistem dalam daftar TOP500 dan Green500 membuktikan bahwa teknologi AMD tidak hanya mampu menghadirkan performa kelas dunia, tetapi juga menjawab tuntutan keberlanjutan yang semakin penting bagi industri.
Seiring meningkatnya investasi global dalam AI dan komputasi exascale, persaingan di sektor HPC diperkirakan akan semakin intens. Namun berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada ISC 2026, AMD berhasil memasuki fase pertumbuhan baru dengan posisi yang semakin kuat di jantung ekosistem komputasi modern dunia.





