
Waktu mandi bayi kerap menjadi momen yang penuh drama, terutama saat cuaca panas dan proses keramas berlangsung. Menurut siaran pers dari PT Kraton Teknologi Indonesia, sebagian besar masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan langkah-langkah sederhana yang konsisten diterapkan orang tua.
Langkah-Langkah Praktis
Pertama, pastikan suhu air suam-suam kuku, bukan panas, karena air yang terlalu panas dapat membuat kulit bayi cepat kering. Kedua, pilih produk mandi yang sesuai kebutuhan, misalnya produk 2-in-1 bebas air mata yang memudahkan orang tua tetap menyangga bayi dengan satu tangan sambil menggunakan satu produk untuk rambut dan tubuh.
Selanjutnya, busakan produk dengan lembut di tangan sebelum diusapkan perlahan ke tubuh bayi, terutama menghindari gosokan keras di area lipatan kulit. Durasi mandi juga sebaiknya dijaga sekitar 5-10 menit, karena berendam terlalu lama justru berisiko membuat kulit bayi kering. Setelah selesai, keringkan tubuh bayi dengan cara ditepuk lembut, lalu segera oleskan pelembap saat kulit masih sedikit lembap.
Checklist Sebelum Mandi
- Air suam-suam kuku sudah siap
- Produk bebas air mata dengan pH seimbang
- Handuk lembut dalam jangkauan
- Pelembap siap dipakai setelah mandi
- Ruangan tidak terlalu dingin agar bayi tidak kaget
Pendekatan produk 2-in-1 dinilai relevan untuk iklim tropis, mengingat bayi cenderung lebih sering dimandikan. Produk yang lembut dan minim risiko perih di mata membantu rutinitas mandi menjadi lebih praktis sekaligus membuat bayi lebih tenang selama proses berlangsung.
Catatan Redaksi. Klaim bebas air mata biasanya merujuk pada formulasi dengan kadar surfaktan yang lebih lembut dan pH mendekati air mata alami sekitar 7, sehingga tidak perih jika terkena mata bayi. Sementara itu, kulit bayi memang lebih tipis dan belum sepenuhnya matang secara fungsi sawar pelindungnya dibanding kulit orang dewasa, sehingga lebih rentan kehilangan kelembapan dan lebih sensitif terhadap suhu air maupun gesekan saat mandi.
Sumber: PT Kraton Teknologi Indonesia (siaran pers via vritimes.com).





