GROUND ZERO: Koleksi Unisex Perdana FUGUKU di Plaza Indonesia

GROUND ZERO: Koleksi Unisex Perdana FUGUKU di Plaza Indonesia

Label fesyen FUGUKU memperkenalkan koleksi ready-to-wear unisex perdananya bertajuk GROUND ZERO. Peluncuran digelar di PILLAR, Plaza Indonesia Lantai 3, Jakarta, pada Jumat, 25 September 2026, pukul 12.00–15.00 WIB.

Koleksi ini mengusung gagasan memulai kembali dari ruang abu-abu, ketika batas hitam-putih melebur dan membuka ruang bereksperimen tanpa aturan baku. Untuk pertama kalinya, FUGUKU menghadirkan kemeja dari perpaduan katun dan polyester berbahan plastik daur ulang, lengkap dengan detail duri yang menjadi ciri khas mereka. Tekstur tak terduga dan siluet tak konvensional memberi kesan skulptural pada busana sehari-hari. Seluruh lini dirancang unisex dan dilengkapi koleksi tas baru.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Lokakarya, Musik, dan Kuliner

Acara peluncuran turut menghadirkan lokakarya taktil di dalam toko yang memadukan unsur mode, kriya, dan musik, sehingga pengunjung bisa merasakan langsung tekstur dan bentuk koleksi, bukan sekadar melihatnya lewat foto. Dress code bertajuk “Wear Your Fuguku” memberi keleluasaan bagi setiap tamu untuk menafsirkan gayanya sendiri. Gerakan ini didukung oleh mitra kuliner Doré by LeTAO dan %ARABICA.

Khusus pada hari peluncuran, FUGUKU menawarkan promo “Complete the Look” berupa paket satu busana ready-to-wear dan satu tas pilihan seharga Rp1.880.000, sudah termasuk diskon 6%. Penawaran ini hanya berlaku pada hari acara dan selama persediaan tersedia.

GROUND ZERO dapat ditemukan di flagship store FUGUKU di Kemang, Jakarta, dan Batu Bolong, Bali, serta jaringan stockist di berbagai kota besar Indonesia hingga sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Singapura, Italia, dan Prancis.

Catatan Redaksi. Label unisex berarti satu potongan busana dirancang tanpa mengacu pada gender tertentu, sehingga ukuran dan siluetnya dibuat netral, berbeda dari lini pria atau wanita yang terpisah. Polyester berbahan plastik daur ulang biasanya berasal dari olahan botol PET bekas yang dilelehkan lalu dipintal ulang menjadi serat kain, sehingga jadi salah satu cara industri fesyen mengurangi limbah plastik sekaligus menekan penggunaan serat baru.

Sumber: Fuguku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan