5 Pertanyaan Orang Tua soal Kulit Bayi Kering dan Kasar

5 Pertanyaan Orang Tua soal Kulit Bayi Kering dan Kasar

Kulit bayi yang kering dan kasar kerap membuat orang tua bertanya-tanya, terutama saat pelembap yang sudah dioleskan terasa tidak bertahan lama. Menurut penjelasan yang dihimpun dari produsen perawatan kulit bayi PT Kraton Teknologi Indonesia, kondisi ini umum terjadi karena lapisan pelindung kulit atau skin barrier pada bayi masih dalam tahap berkembang, sehingga kelembapan di permukaan mudah menguap kembali.

Melembapkan Saja Tidak Cukup

Ada perbedaan antara sekadar menambah air ke permukaan kulit dan benar-benar membantu kulit menahan kelembapan lebih lama. Kombinasi keduanya disebut memberi hasil yang lebih terasa dibanding hanya membasahi permukaan kulit. Beberapa bahan yang umum digunakan untuk mendukung fungsi ini antara lain Centella Asiatica yang membantu menenangkan kulit, Panthenol atau Vitamin B5 untuk menjaga kelembapan, serta kombinasi Squalane dan Sodium Hyaluronate yang berfungsi melembapkan sekaligus menahan air di kulit.

Read More

Waktu dan Cara Pemakaian

Waktu terbaik mengoleskan pelembap adalah saat kulit bayi masih sedikit lembap setelah mandi, karena membantu mengunci air sebelum sempat menguap. Konsistensi pemakaian setiap hari secara rutin disebut lebih berpengaruh dibanding mengoleskan dalam jumlah banyak namun sesekali saja.

Perlu dicatat, pelembap hanya membantu merawat kelembapan dan kenyamanan kulit, bukan untuk mengobati kondisi medis. Jika kulit bayi sangat kering, pecah-pecah, atau muncul ruam yang tidak biasa, orang tua disarankan memeriksakannya ke dokter.

Sumber: PT Kraton Teknologi Indonesia.

Related posts

Leave a Reply