
Pasangan mata uang USDJPY diperkirakan masih berpotensi melanjutkan tren penguatan pada pekan ini, seiring pasar menanti rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang menjadi penentu arah suku bunga The Fed. Analis dari Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai secara teknikal USDJPY masih menunjukkan struktur bullish pada grafik harian.
Menurut Geraldo, harga gagal menembus zona support di level 156,969–155,917, yang membuka peluang bagi USDJPY untuk kembali bergerak menuju zona resistance di 160,163–160,869. Pergerakan ini didukung pola Rally Base Rally yang dikonfirmasi oleh pola ABC Correction, mengindikasikan fase koreksi sebelumnya kemungkinan telah berakhir.
NFP Jadi Penentu Arah
Konsensus ekonom memperkirakan NFP September bertambah sekitar 90.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Jika data lebih kuat dari ekspektasi, pasar dapat kembali memperhitungkan kebijakan moneter AS yang lebih ketat, mendorong kenaikan yield Treasury dan penguatan dolar AS terhadap yen. Sebaliknya, data yang lebih lemah berpotensi memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed sehingga menekan USDJPY.
Yield Treasury 10 tahun AS tercatat sempat menyentuh 5,344% pada Kamis, level tertinggi sejak 2002, sebelum turun ke sekitar 5,25% pada Jumat. Sementara itu, yen bergerak di kisaran 157,8 per dolar menjelang rilis data tenaga kerja tersebut.
Faktor Kebijakan BOJ dan Risiko Intervensi
Di sisi lain, Bank of Japan (BOJ) membuka ruang untuk mempercepat kenaikan suku bunga setelah inflasi inti Tokyo pada September menunjukkan penguatan, yang dapat membatasi kenaikan USDJPY. Risiko intervensi juga tetap membayangi jika yen kembali melemah tajam, setelah diplomat mata uang Jepang Atsushi Mimura sebelumnya mengingatkan pasar akan perhatian Tokyo dan Washington terhadap pelemahan yen.
Sumber: Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia).





