
Harga emas dunia atau XAUUSD diproyeksikan berpeluang mengalami koreksi kenaikan pekan ini, setelah sebelumnya melemah dan menguji area support psikologis di level US$4.000. Analisis dari Dupoin Futures menunjukkan bahwa pada grafik harian, emas menyimpan potensi pemulihan jangka pendek dengan target resistance di kisaran US$4.066 hingga US$4.108.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai level US$4.000 sebagai zona penting setelah harga menguji area support harmonik tersebut. Pengujian ini membuka peluang bagi emas untuk membentuk koreksi naik pada skala waktu yang lebih kecil, dengan US$4.066 sebagai target awal sebelum berpotensi berlanjut ke US$4.108. Namun, skenario ini masih perlu dikonfirmasi oleh respons harga pasca-pengujian support, karena jika tekanan jual kembali mendominasi dan level US$4.000 gagal dipertahankan, risiko pelemahan lanjutan tetap terbuka.
Baca juga:
- Prediksi Minyak WTI: Bullish ke US$106 Pekan Ini?
- Prediksi Emas Hari Ini: Tertahan di US$4.200, Target US$4.065
The Fed dan Dolar AS Jadi Penentu
Dari sisi fundamental, pergerakan emas diperkirakan volatil menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 27-28 Oktober. Kekhawatiran inflasi yang masih membayangi pasar berpotensi membuat suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama, yang pada gilirannya dapat menopang dolar AS serta imbal hasil US Treasury. Kondisi tersebut bisa membatasi ruang penguatan emas, mengingat emas tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga daya tariknya berkurang saat yield obligasi naik.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian pasar keuangan global masih berpotensi mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven. Faktor ini bisa menjadi penyeimbang yang menahan tekanan jual, sehingga arah pergerakan harga tidak hanya ditentukan oleh kebijakan moneter The Fed semata.
Dupoin Futures menyimpulkan bahwa pekan ini menjadi periode krusial bagi emas, karena terjadi pertemuan antara peluang pemulihan teknikal dan ketidakpastian fundamental. Level US$4.000 tetap menjadi support kunci yang telah diuji, sementara US$4.066-US$4.108 menjadi rentang resistance yang perlu dicermati. Analisis ini bersifat gambaran potensi pergerakan pasar, bukan kepastian arah harga atau rekomendasi transaksi, mengingat perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.
Sumber: PT Dupoin Futures Indonesia.





