Produksi Kopi PTPN IV PalmCo Melonjak 225 Persen

Produksi Kopi PTPN IV PalmCo Melonjak 225 Persen
Ilustrasi (AI)

Holding Perkebunan Nusantara terus memperkuat portofolio bisnisnya di luar kelapa sawit melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo. Selain menjaga kinerja bisnis inti kelapa sawit, perusahaan hasil penggabungan PTPN III, IV, V, VI, dan XIII ini mengakselerasi pertumbuhan komoditas non-inti berupa kopi, teh, dan karet sepanjang awal 2026.

Produksi Kopi Melonjak

Hingga Mei 2026, volume produksi kopi kering PTPN IV PalmCo tercatat 135.570 kilogram, melonjak 225 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini turut mendongkrak laba bersih komoditas kopi menjadi Rp3,07 miliar dalam lima bulan pertama tahun ini, melanjutkan capaian positif unit usaha Java Coffee Estate yang membukukan laba Rp42,70 miliar sepanjang 2025.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyebut pencapaian ini sebagai bukti keberhasilan strategi diversifikasi dan konsolidasi aset pasca-merger. Sementara Direktur Operasional Rediman Silalahi menjelaskan bahwa lonjakan produksi didorong oleh standardisasi kultur teknis di lapangan, termasuk pengaturan penaung dan disiplin pangkas untuk menjaga stabilitas produksi di tengah fluktuasi cuaca.

Karet dan Teh Ikut Menguat

Di sektor karet, mutu Ribbed Smoked Sheet (RSS) perusahaan mencapai 99,63 persen pada kuartal I 2026, melampaui standar internal sebesar 98 persen, didukung penataan tenaga sadap secara komprehensif. Adapun komoditas teh mencatatkan efisiensi beban produksi sebesar Rp46,47 miliar sepanjang 2025, berlanjut hingga Mei 2026 melalui mekanisasi mesin petik dan fokus produksi pada portofolio grade 1 seperti BOP I, BP, dan Dust yang memiliki permintaan lebih stabil di pasar global.

Kinerja positif ketiga komoditas non-inti tersebut dinilai memperkuat ketahanan portofolio bisnis Holding Perkebunan Nusantara pasca-transformasi, sekaligus mendukung daya saing agribisnis nasional secara berkelanjutan.

Catatan Redaksi. Ribbed Smoked Sheet atau RSS adalah lembaran karet alam yang diasapi sebagai salah satu grade mutu ekspor, sementara BOP I, BP, dan Dust adalah klasifikasi ukuran daun teh hasil olahan yang menentukan harga jual di pasar global. PTPN IV PalmCo sendiri adalah sub holding hasil penggabungan lima perusahaan perkebunan negara (PTPN III, IV, V, VI, XIII) yang dibentuk agar tiap lini komoditas, mulai sawit hingga kopi, teh, dan karet, bisa dikelola lebih terfokus dan efisien di bawah satu struktur konsolidasi.

Sumber: Siaran pers PTPN IV PalmCo/Holding Perkebunan Nusantara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan