
Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) kembali menggelar ajang kompetisi karya jurnalistik MediaMIND 2026, memasuki penyelenggaraan tahun kelima. Program ini mengajak jurnalis, akademisi, pengamat, hingga masyarakat umum untuk mengangkat cerita seputar pengelolaan mineral nasional.
Mengusung tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri”, MediaMIND 2026 mendorong peserta menggali kisah tentang bagaimana kekayaan mineral Indonesia dikelola secara bertanggung jawab untuk memperkuat industri dalam negeri, mendukung transisi energi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hilirisasi.
Enam Subtema Kompetisi
Kompetisi ini membuka enam subtema, yaitu Ekonomi dan Investasi, ESG & Green Mining, Hilirisasi, Industrialisasi dan Ketahanan Mineral Indonesia, Kontribusi Sosial Masyarakat, serta Transformasi dan Inovasi.
Corporate Secretary MIND ID Pria Utama mengatakan MediaMIND tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya jurnalistik, tetapi juga ruang kolaborasi untuk memperkaya pemahaman publik atas peran strategis sektor pertambangan bagi kedaulatan negara. Ia berharap karya-karya yang lahir dari kompetisi ini berbasis data dan memiliki kedalaman analisis.
Jadwal Pendaftaran
MediaMIND 2026 resmi dimulai sejak kick off pada 1 Agustus 2026. Karya yang bisa diikutsertakan adalah yang dipublikasikan pada 15 September 2025 hingga 17 September 2026. Batas pengumpulan karya untuk kategori jurnalis adalah 17 September 2026, sementara kategori umum, akademisi, dan pengamat dibuka hingga 25 Oktober 2026.
Catatan Redaksi. Hilirisasi adalah kebijakan mengolah bahan mentah, dalam hal ini mineral tambang, menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri sebelum diekspor, alih-alih menjual bahan mentah begitu saja. ESG (Environmental, Social, Governance) sendiri adalah kerangka penilaian yang lazim dipakai industri untuk menilai dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola sebuah kegiatan usaha, termasuk pertambangan.
Sumber: Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID).





