
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Bank bjb memperkuat sinergi pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jawa Barat. Kolaborasi ini diwujudkan melalui sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang digelar di Kabupaten Subang, sebagai upaya memperluas akses hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menekankan bahwa percepatan penyediaan rumah membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, baik dari sisi pasokan maupun kebutuhan masyarakat. Ia juga mendorong Bank bjb untuk lebih aktif menyalurkan pembiayaan perumahan subsidi mengingat jaringannya yang luas di Jawa Barat.
Baca juga:
- KPR FLPP 2026: BP Tapera Buka Akses untuk Pegawai Kemenhut
- FLPP 2026 Baru 44 Persen, BP Tapera Kebut Akad Massal 71.000 Unit
Backlog Rumah Masih Tinggi
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengungkapkan bahwa berdasarkan data 2026, Jawa Barat masih memiliki backlog kepemilikan rumah sebanyak 2.025.120 rumah tangga atau 14,21 persen dari total populasi. Khusus di Kabupaten Subang, backlog tercatat sebesar 17,98 ribu rumah tangga atau 3,76 persen. Pemerintah merespons kondisi ini dengan menaikkan kuota FLPP nasional menjadi 350 ribu unit pada 2026, disertai relaksasi SLIK OJK, pembebasan pajak PBG dan BPHTB, serta perluasan tenor pembiayaan hingga 40 tahun.
Secara nasional, realisasi penyaluran FLPP sepanjang 2026 telah mencapai 166.938 unit rumah senilai Rp20,79 triliun, dengan Jawa Barat menjadi kontributor tertinggi sebanyak 39.140 unit. Bank bjb sendiri telah menyalurkan 17.154 unit rumah senilai Rp2,1 triliun secara nasional, termasuk 1.099 unit senilai Rp133 miliar khusus di Jawa Barat.
Di luar FLPP, Bank bjb juga mencatat penyaluran KPR rumah subsidi sejak 2016 dengan total Rp5,3 triliun kepada 42.600 debitur, serta menjadi salah satu bank penyalur Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyasar lebih dari 49.000 penerima manfaat di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat pada 2026. Di Kabupaten Subang sendiri, realisasi FLPP telah mencapai 1.115 unit, dengan ketersediaan pasokan 1.678 unit rumah yang terdiri dari rumah siap huni, dalam pembangunan, hingga tahap kavling.
Sumber: BP Tapera.





